Jembatan Digital Melalui WA WEB Untuk Pendidikan Dasar dan Pemenuhan SDG 4
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Di tengah terjadinya percepatan digitalisasi dunia pendidikan, penggunaan layanan daring seperti WhatsApp Web (WA Web) kini semakin mendapat perhatian sebagai media penunjang pembelajaran bagi sekolah dasar, khususnya di daerah yang menghadapi kendala sumber daya. WA Web memungkinkan guru, siswa, dan orang tua untuk tetap terhubung secara cepat dan fleksibel. Berbagai materi pembelajaran, tugas, referensi pendidikan dapat diketahui meskipun tidak sedang berada di sekolah secara fisik.
Dengan akses WA Web, guru dapat mengirimkan materi pembelajaran, video pembelajaran, soal latihan, serta memberi umpan balik langsung lewat chat atau grup. Siswa di rumah bisa membaca materi, mengerjakan tugas, atau bertanya kapan saja tanpa tergantung jadwal tatap muka. Orang tua juga bisa ikut memantau perkembangan belajar anak, sehingga pendidikan dasar bisa lebih inklusif dan partisipatif di berbagai level keluarga.
Pendekatan seperti ini mendukung semangat SDG 4 yaitu menyediakan pendidikan berkualitas, merata, dan dapat diakses oleh semua anak tanpa memandang lokasi geografi atau kondisi sosial ekonomi. Di daerah terpencil atau sekolah dengan fasilitas terbatas, WA Web menjadi alternatif murah dan mudah diakses untuk menjaga kesinambungan belajar. Selain itu, penggunaan aplikasi digital sedini mungkin membantu membangun literasi teknologi anak; persiapan ini penting untuk menghadapi tantangan global di abad 21.
Meskipun begitu, keberhasilan penerapan WA Web di pendidikan dasar bergantung pada ketersediaan perangkat (gadget/komputer), koneksi internet, serta pendampingan guru dan orang tua. Jika infrastruktur dan literasi digital belum merata, potensi keterjangkauan bisa terhambat. sehingga penting bagi sekolah dan pemerintah untuk mendukung akses internet dan pelatihan literasi digital secara adil.
Dengan strategi yang tepat, WA Web bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan digital yang memperkuat kualitas pendidikan dasar, mempersempit kesenjangan akses pendidikan, dan mempercepat pencapaian SDG 4. Teknologi sederhana ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus mahal yang terpenting adalah bagaimana guru, orang tua, dan sekolah bekerja sama memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar yang berkelanjutan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara FebriyantiSumber: iStock