Juara Sejati Tak Perlu Mencuri Ide: Mengapa Orisinalitas Itu Keren?
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Meraih gelar pemenang dalam sebuah perlombaan menulis atau kompetisi akademik di tingkat sekolah dasar merupakan dambaan bagi banyak siswa, namun memenangkan kompetisi tersebut dengan menggunakan ide yang murni asli jauh lebih membanggakan dan bermartabat daripada hasil mencontek. Pada peringatan Bulan Bahasa yang berlangsung di Surabaya pekan lalu, para dewan juri memberikan catatan khusus mengenai betapa pentingnya menjaga keaslian ide di tengah derasnya arus informasi digital yang seringkali menggoda siswa untuk mengambil karya orang lain secara instan. Tren penilaian terbaru menunjukkan bahwa karya-karya yang ditulis secara jujur, lugu, dan tulus justru memiliki daya tarik yang jauh lebih kuat untuk memikat hati pembaca dibandingkan rangkaian kata-kata indah yang sekadar diambil dari internet.
Menghargai orisinalitas pada dasarnya adalah salah satu bentuk tertinggi dari cara kita menghargai kapasitas intelektual dan potensi besar yang ada di dalam diri kita sendiri sebagai manusia yang kreatif. Saat kita memilih untuk menulis secara jujur, kita sebenarnya sedang memberikan kesempatan kepada mental kita untuk berkembang menjadi pribadi yang autentik dan memiliki karakter yang sangat kuat di tengah kerumunan. Dunia saat ini sudah sangat jenuh dengan jutaan salinan dari ide-ide yang sama, sehingga dunia sebenarnya sangat membutuhkan ide-ide segar, berani, dan unik yang hanya bisa lahir dari pikiran orisinalmu yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Sebuah fakta sejarah membuktikan bahwa tokoh-tokoh besar dunia, mulai dari penulis novel legendaris hingga ilmuwan penemu teknologi canggih, selalu dikenal dan dikenang sepanjang masa karena keberanian mereka dalam mempertahankan ide asli mereka sendiri. Mereka tidak mencapai puncak kesuksesan dengan cara menjadi bayangan atau peniru karya orang lain, melainkan dengan ketekunan untuk terus menggali potensi diri dan berani tampil berbeda meskipun pada awalnya terasa sulit. Jika sejak duduk di bangku sekolah dasar kita sudah terbiasa untuk meniru tanpa usaha keras, maka kita akan kehilangan kesempatan emas untuk menemukan bakat asli dan keunikan yang sebenarnya menjadi anugerah dalam diri kita.
Seringkali, banyak siswa merasa kurang percaya diri atau minder jika melihat tulisan mereka sendiri tampak sederhana atau tidak sekeren tulisan-tulisan yang mereka temukan saat melakukan pencarian di Google. Padahal, kejujuran dalam menyampaikan pendapat serta cara bercerita yang apa adanya merupakan kekuatan utama yang membuat sebuah tulisan menjadi sangat berharga dan patut untuk diapresiasi. Tulisan yang asli memiliki "nyawa" dan emosi yang dapat dirasakan oleh pembaca melalui kejujuran kata-katanya, sedangkan tulisan hasil contekan seringkali terasa kaku, tidak memiliki ruh, dan justru membosankan untuk dibaca karena tidak memiliki keunikan.
Nilai integritas di lingkungan sekolah harus dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang konsisten, seperti berani mengerjakan tugas secara mandiri tanpa harus melirik jawaban teman di sebelah atau mencari jalan pintas yang tidak jujur di internet. Saat ini, banyak guru yang mulai mengubah cara penilaian mereka dengan lebih menghargai siswa yang menunjukkan kemajuan belajar secara jujur meskipun hasilnya belum mencapai sempurna, daripada siswa yang mengumpulkan tugas dengan nilai tinggi namun hasil karya orang lain. Pengakuan atas usaha sendiri ini akan memberikan rasa puas yang nyata dan membangun kepercayaan diri yang sehat bagi perkembangan mental serta psikologis siswa dalam jangka panjang.
Jangan pernah ada rasa takut jika tulisanmu saat ini masih terlihat berantakan, memiliki banyak coretan, atau menggunakan pilihan kata yang sangat simpel, karena setiap penulis hebat di dunia ini pun mengawali langkah mereka dari proses latihan yang sangat panjang dan penuh kesalahan. Selama apa yang kamu tulis adalah benar-benar hasil dari pemikiran dan perasaanmu sendiri, maka kamu sebenarnya sudah menjadi seorang juara sejati di mata dunia pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Kesempurnaan bukanlah tujuan utama dalam belajar, melainkan proses menjadi lebih baik setiap harinya dengan cara-cara yang benar dan penuh dengan tanggung jawab moral sebagai seorang pelajar.
Mari kita bersama-sama menunjukkan bahwa generasi kita adalah generasi kreatif yang sangat menghargai setiap tetes keringat dan kerja keras dalam menciptakan sebuah karya, baik itu berupa tulisan, gambar, maupun ide. Jadikanlah nilai orisinalitas sebagai gaya hidup yang keren di sekolah, karena berani menjadi diri sendiri dan menunjukkan hasil karya sendiri jauh lebih hebat daripada sekadar menjadi pengikut yang tidak memiliki identitas. Dengan menjaga kejujuran dalam berkarya, kita tidak hanya sedang belajar pelajaran sekolah, tetapi kita sedang belajar tentang esensi kehidupan untuk menjadi manusia yang bermartabat, berintegritas, dan selalu dihargai oleh lingkungan sekitar.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah