Jurnal Pagi Mengajarkan Siswa Menulis Melalui Prediksi Cuaca Besok
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Siswa mengikuti kegiatan jurnal pagi di awal pelajaran. Guru meminta
siswa menuliskan prediksi cuaca besok. Kegiatan ini bertujuan melatih
keterampilan menulis dan mengamati lingkungan.
Kegiatan
jurnal pagi ini dilakukan untuk membangun kebiasaan menulis sederhana setiap
hari. Guru memberikan langkah awal dengan mengajak siswa melihat informasi
cuaca dari sumber yang mudah dipahami. Setelah itu, siswa diminta menuliskan
prediksi cuaca besok dengan kalimat mereka sendiri. Proses ini membantu siswa
mengenali struktur kalimat dan pilihan kata yang tepat.
Guru
menjelaskan bahwa prediksi cuaca bukan sekadar menebak. Siswa diajak mengamati
langit pada pagi hari, perubahan suhu, serta informasi singkat dari layanan
cuaca daring. Dengan cara ini, kegiatan menulis memiliki dasar pengamatan
nyata. Hal ini mendorong siswa untuk menuliskan sesuatu yang benar benar mereka
amati atau pahami.
Dalam
proses menulis, siswa diberi kebebasan menggunakan kalimat sederhana tanpa
tekanan pada kesempurnaan. Guru memberikan bimbingan ringan seperti memperbaiki
penggunaan huruf awal atau tanda titik. Siswa terlihat termotivasi karena
materi penulisan bersumber dari pengalaman sehari hari. Hal ini membuat mereka
merasa lebih dekat dengan konteks tulisan.
Kegiatan
ini juga melatih kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dengan jelas.
Mereka belajar membedakan prediksi, fakta, dan pendapat pribadi. Guru menilai
bahwa kemampuan ini penting agar siswa terlatih berpikir teratur dan menyusun
gagasan secara runtut. Pembiasaan menulis singkat setiap pagi diharapkan
membentuk pola kecakapan jangka panjang.
Selain
meningkatkan kemampuan menulis, kegiatan ini membangun kesadaran siswa terhadap
lingkungan sekitar. Mereka belajar bahwa kondisi cuaca memengaruhi aktivitas
harian seperti membawa payung atau memilih waktu bermain. Pemahaman praktis ini
membuat pembelajaran terasa bermakna dan dekat dengan kehidupan.
Melalui
latihan menulis tentang cuaca besok, siswa tidak hanya belajar menyusun
kalimat, tetapi juga membangun kepekaan terhadap perubahan alam. Kegiatan
sederhana ini menjadi cara menyenangkan untuk memulai hari belajar dengan
pikiran yang lebih terarah dan siap menerima pembelajaran berikutnya.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono