Jurnal Prediksi Cuaca Harian Jadi Media Latih Analisis Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kegiatan menulis jurnal kembali mencuri perhatian di kelas tematik
sekolah dasar. Kali ini jurnal berisi prediksi cuaca yang ditulis sebelum siswa
memulai aktivitas pagi. Tiga kalimat awal jurnal menggambarkan perkiraan
sederhana mengenai kondisi langit hari itu.
Penulisan
jurnal ini bertujuan melatih ketelitian dan kemampuan analisis sejak dini.
Siswa belajar menyusun dugaan berdasarkan tanda tanda alam yang mereka lihat
setiap pagi. Dari awan tipis hingga angin lembut, semua menjadi petunjuk bagi
prediksi mereka.
Guru
menjelaskan bahwa keterampilan memprediksi cuaca bermanfaat untuk kehidupan
sehari hari. Siswa dapat menentukan apakah perlu membawa payung atau mengenakan
topi ketika matahari terasa terik. Kebiasaan ini diharapkan menumbuhkan rasa
tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Jurnal
tidak hanya berisi prediksi, tetapi juga catatan hasil sebenarnya pada sore
hari. Siswa membandingkan dugaan dan kenyataan untuk melihat apakah mereka
tepat. Hasil perbandingan inilah yang membuat jurnal semakin menarik bagi
mereka.
Beberapa
siswa merasa bangga ketika prediksi mereka akurat. Ada pula yang mengaku salah
menafsirkan awan mendung yang ternyata tidak menghasilkan hujan. Situasi ini
membuat diskusi kelas berlangsung meriah.
Analisis
prediksi menjadi langkah awal bagi literasi sains di tingkat dasar. Melalui
kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman nyata tentang pentingnya data dan
pengamatan. Guru hanya bertindak sebagai pengarah agar siswa menemukan
pemahaman sendiri.
Kegiatan
jurnal ini memberi kesempatan bagi siswa untuk menuliskan pendapat dengan bebas
dan jujur. Semakin sering mereka menulis, semakin tajam kemampuan berpikir
mereka dalam memahami fenomena alam di sekitar.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono