Kantin Sehat Digital: Canva Bantu Siswa SD Buat Menu Makanan Bergizi Seimbang
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Mengampanyekan gaya hidup sehat dan asupan gizi yang cukup pada anak-anak adalah fokus utama dalam SDG 3 mengenai kesehatan dan kesejahteraan yang baik. Di lingkungan sekolah dasar, guru-guru mulai mengajak siswa untuk berperan aktif dalam mempromosikan makanan sehat melalui proyek desain menu kantin sederhana menggunakan aplikasi Canva. Proyek ini dirancang secara realistis agar siswa kelas 4 atau 5 dapat belajar menyusun informasi tentang porsi makan sehat (seperti isi piringku) dengan cara memilih gambar buah, sayur, dan lauk pauk yang tersedia di perpustakaan elemen aplikasi. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang visual dan aplikatif, di mana siswa belajar tentang nutrisi sambil mengasah kreativitas estetika mereka di layar digital.
Dalam proses desainnya, guru membimbing siswa untuk menyusun tata letak yang menarik namun tetap mudah dibaca oleh teman-teman mereka yang lain. Siswa diajarkan untuk memberikan warna yang kontras untuk teks yang berisi informasi penting, seperti "Jangan Lupa Cuci Tangan" atau "Pilih Camilan Buah Segar". Penggunaan Canva membuat siswa merasa seperti desainer profesional cilik, yang meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan ide-ide positif. Mereka belajar bahwa sebuah desain yang bagus bukan hanya tentang keindahan, tetapi tentang bagaimana menyampaikan pesan kesehatan yang kuat agar bisa memengaruhi perilaku teman sebayanya untuk lebih memilih makanan sehat daripada makanan instan yang kurang bergizi.
Kegiatan ini juga dihubungkan dengan pelajaran matematika dalam hal penyajian data dan presentase gizi secara sederhana. Siswa diminta membuat diagram lingkaran di dalam Canva yang menunjukkan proporsi nasi, sayur, dan protein yang ideal dalam satu piring makan. Dengan melihat visualisasi yang mereka buat sendiri, siswa menjadi lebih paham mengapa mereka harus mengonsumsi lebih banyak sayuran dibandingkan makanan manis. Guru bertindak sebagai penasihat gizi sekaligus instruktur teknologi yang memastikan setiap elemen dalam desain siswa mengandung kebenaran fakta sains tentang kesehatan tubuh anak-anak di masa pertumbuhan.
Hasil karya desain menu sehat tersebut kemudian dicetak dan dipasang di area kantin sekolah sebagai panduan bagi para penjual dan pembeli makanan. Adanya kontribusi nyata dari siswa dalam menata informasi di kantin memberikan rasa bangga dan rasa memiliki yang tinggi terhadap kebersihan dan kesehatan sekolah mereka. Hal ini menciptakan lingkungan sekolah yang suportif terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, di mana pesan-pesan tersebut tidak hanya datang dari guru, tetapi juga dari sesama siswa melalui karya seni digital mereka sendiri. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi desain grafis dapat menjadi alat yang sangat ampuh untuk melakukan advokasi kesehatan masyarakat mulai dari level pendidikan dasar yang paling sederhana.
Secara keseluruhan, pemanfaatan Canva untuk proyek menu kantin sehat adalah langkah kreatif sekolah dalam menghadapi tantangan malnutrisi atau kegemukan pada anak usia dini. Siswa dibekali dengan pengetahuan gizi yang mumpuni serta keterampilan literasi visual yang sangat berharga di masa depan. Melalui proyek kolaboratif ini, sekolah dasar telah berhasil mengintegrasikan teknologi, kesehatan, dan seni dalam satu kegiatan yang berorientasi pada aksi nyata, guna mendukung tercapainya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki kebiasaan hidup yang berkualitas demi masa depan bangsa yang lebih baik.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia