Kartu Emosi Jadi Media Pendidikan Karakter yang Efektif di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pemahaman emosi menjadi lebih mudah dipelajari melalui kartu emosi
yang dirancang siswa sekolah dasar. Kartu ini memuat ekspresi seperti senang,
sedih, marah, dan takut. Visual sederhana membantu siswa mengenali dan
mengelola perasaan mereka. Aktivitas ini sejalan dengan SDGs Pendidikan
Inklusif.
Dalam
tahap perancangan, siswa mempelajari berbagai bentuk ekspresi wajah. Guru
menjelaskan bahwa setiap emosi memiliki tanda fisik yang berbeda. Siswa
kemudian menggambar wajah karakter yang mencerminkan emosi tertentu. Proses ini
mengembangkan empati dan observasi.
Desain
kartu dibuat dengan warna yang kontras agar mudah dibedakan. Siswa mengatur
tata letak gambar dan teks dengan rapi. Guru menekankan bahwa kartu harus mudah
dipahami dalam waktu singkat. Siswa pun memilih simbol sederhana.
Ketika
kartu digunakan di kelas, siswa diminta memilih kartu yang menggambarkan
perasaan mereka hari itu. Kegiatan ini mendorong mereka mengekspresikan emosi
secara terbuka. Guru memberikan respons positif agar siswa merasa aman.
Lingkungan kelas menjadi lebih suportif.
Kartu
emosi kemudian digunakan dalam kegiatan kelompok. Siswa belajar menghargai
perasaan teman. Guru menghubungkan latihan ini dengan keterampilan kerja sama.
Pendidikan karakter diperkuat.
Diskusi
lanjutan membahas bagaimana mengelola emosi yang sulit. Guru menjelaskan teknik
sederhana seperti menarik napas dan berbicara dengan guru. Siswa merasa
terbantu dengan strategi ini. Kesehatan emosional mereka semakin baik.
Kartu
emosi menjadi media kecil yang berdampak besar dalam pendidikan karakter.
Melalui visual sederhana, siswa belajar memahami dunia perasaan. Sekolah dasar
berhasil menanamkan kecakapan sosial sejak dini.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono