Karya Visual Siswa Mengisi Akhir Semester melalui Kompetisi Video Edukatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran kreatif terus berkembang di berbagai kelas. Guru mulai
memanfaatkan media video sebagai bentuk tugas akhir. Kegiatan ini memberi ruang
bagi siswa untuk berekspresi melalui karya visual.
Kompetisi
video edukatif tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penutup pembelajaran
pada akhir semester. Siswa diminta membuat video yang berisi pesan positif
terkait materi pelajaran yang telah dipelajari. Beberapa topik yang sering
diangkat antara lain pentingnya menjaga lingkungan, cara belajar yang efektif,
serta kisah inspiratif mengenai semangat kebersamaan.
Tahap
pembuatan video dimulai dengan penyusunan konsep dan penulisan naskah singkat.
Siswa kemudian melakukan pengambilan gambar sesuai alur cerita yang disusun
sebelumnya. Proses penyuntingan dilakukan untuk menyusun urutan adegan dan
menambahkan suara narasi atau teks pendukung agar pesan lebih jelas.
Guru
memberikan arahan teknis untuk memastikan karya siswa tetap sesuai tujuan
pembelajaran. Kriteria penilaian mencakup kesesuaian tema, alur cerita,
kemampuan penyampaian pesan, serta kreativitas visual yang ditampilkan. Siswa
juga diminta menunjukkan kemampuan refleksi dengan menjelaskan alasan pemilihan
pesan yang diangkat dalam video.
Respons
siswa terhadap kegiatan ini cukup beragam. Banyak siswa yang merasa lebih bebas
mengekspresikan ide karena media video memberi keleluasaan dalam bercerita.
Sementara beberapa siswa yang belum terbiasa menggunakan perangkat perekaman
maupun penyuntingan diberikan pendampingan bertahap melalui bimbingan dalam
kelompok belajar.
Selain
melatih kreativitas, kompetisi ini memberikan pengalaman nyata tentang proses
produksi media. Siswa belajar mengatur waktu, membagi peran, dan memecahkan
masalah teknis yang muncul selama pembuatan video. Hal ini membantu menumbuhkan
keterampilan kerja kolaboratif dan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan
di depan publik.
Kegiatan
ini juga turut memperkuat literasi digital siswa. Mereka belajar bahwa karya
visual bukan sekadar tampilan indah tetapi juga tanggung jawab dalam
menyampaikan informasi yang benar dan bermakna. Pemahaman tersebut menjadi
penting di tengah penggunaan media digital yang semakin luas.
Kegiatan
kompetisi video edukatif diharapkan dapat terus dilakukan pada semester
berikutnya dengan variasi tema yang lebih kaya. Guru berencana menambahkan sesi
pelatihan singkat terkait teknik produksi dan etika dalam distribusi karya
digital. Harapannya siswa semakin terampil dan bijak dalam memanfaatkan media
sebagai sarana pembelajaran dan penyampaian pesan positif dalam kehidupan
sehari hari.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik