Keakraban Anak dengan Fitur Terjemahan sebagai Pendukung Literasi Modern
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —
Fitur terjemahan menjadi salah satu teknologi yang semakin dekat dengan
kehidupan anak di era digital. Anak dapat dengan mudah menerjemahkan kata atau
kalimat yang tidak mereka pahami melalui berbagai aplikasi sederhana. Kemudahan
ini membuat proses belajar bahasa terasa lebih ringan dan menyenangkan. Tanpa
harus membuka kamus tebal, anak dapat memperoleh makna kata hanya dalam
hitungan detik. Kecepatan akses tersebut memperkuat minat anak terhadap
kosakata baru. Dengan demikian, fitur terjemahan berperan penting dalam
mendukung literasi modern yang semakin berkembang.
Keakraban
anak dengan fitur terjemahan dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam
mempelajari bahasa asing. Anak tidak ragu mencoba menuliskan kata yang belum
pernah mereka dengar sebelumnya. Ketika hasil terjemahan muncul, anak merasa
tertolong dan termotivasi untuk mengetahui lebih banyak. Hal ini menciptakan
pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna. Penggunaan aplikasi
terjemahan secara positif dapat memperkaya pengetahuan kosakata anak dalam
waktu singkat. Oleh karena itu, fitur ini dapat menjadi mitra belajar yang
efektif.
Selain
membantu memahami arti kata, fitur terjemahan juga mendorong anak mengenali
struktur kalimat sederhana. Anak dapat mencoba memasukkan frasa tertentu dan
melihat bagaimana frasa tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Aktivitas
ini memperluas pemahaman anak terhadap tata bahasa dasar secara tidak langsung.
Mereka belajar membandingkan susunan kalimat dalam bahasa Indonesia dengan
bahasa yang diterjemahkan. Meskipun sederhana, proses ini memberikan kontribusi
pada perkembangan kemampuan literasi anak. Inilah salah satu keunggulan
teknologi terjemahan di lingkungan pembelajaran modern.
Peran
orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan penggunaan fitur
terjemahan. Anak perlu dipandu agar tidak hanya menyalin hasil terjemahan tanpa
memahami maknanya. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat menggunakan
teknologi tersebut secara kritis dan bertanggung jawab. Guru juga dapat membuat
tugas ringan yang memanfaatkan fitur terjemahan secara kreatif. Tugas-tugas ini
dapat berupa menuliskan kembali kalimat hasil terjemahan atau membandingkan dua
versi bahasa. Dengan cara tersebut, proses belajar menjadi lebih terstruktur
dan bermakna.
Fitur
terjemahan juga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang lebih inklusif. Anak
yang memiliki kesulitan membaca atau memahami bahasa dapat terbantu dengan
kehadiran alat ini. Teknologi tersebut membantu mengurangi hambatan yang
membuat anak kesulitan mengikuti pelajaran. Situasi ini menciptakan kesempatan
belajar yang lebih setara bagi semua siswa. Pemanfaatan fitur terjemahan secara
bijak akan meningkatkan kenyamanan anak dalam belajar. Inovasi seperti ini
sangat relevan dalam literasi modern yang menekankan aksesibilitas.
Dengan
semakin berkembangnya teknologi, fitur terjemahan akan terus menjadi bagian
penting dalam dunia belajar anak. Kemudahan penggunaannya membuat anak tidak
merasa terbebani ketika menemukan kata sulit. Jika digunakan secara bijaksana,
fitur ini dapat memperkaya kemampuan bahasa dan literasi anak. Guru dan orang
tua dapat bekerja sama untuk memaksimalkan manfaat dari perkembangan teknologi
tersebut. Keakraban anak dengan fitur terjemahan dapat mengantarkan mereka pada
pemahaman bahasa yang lebih luas. Oleh sebab itu, fitur terjemahan patut
dijadikan bagian dari strategi literasi modern.
Penulis:
Della Octavia C. L