Kebijakan Sekolah dalam Mengintegrasikan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Cuaca dan Lingkungan Sekitar
Fenomena cuaca merupakan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa sekolah dasar. Dari sudut pandang kebijakan, integrasi isu lingkungan dalam pembelajaran menjadi sangat relevan. Kebijakan ini mendukung pembelajaran kontekstual yang bermakna. Siswa diajak belajar dari pengalaman sehari-hari. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara teori dan realitas.
Cuaca dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar lintas mata pelajaran. Kebijakan sekolah perlu mendorong guru untuk mengaitkan materi dengan fenomena alam. Hal ini mendukung penguatan literasi sains dan numerasi. Siswa belajar mengamati, mencatat, dan menganalisis data sederhana. Kebijakan ini sejalan dengan prinsip pembelajaran aktif.
Selain aspek akademik, pembelajaran berbasis cuaca juga menanamkan kesadaran lingkungan. Kebijakan sekolah dapat mengarahkan pembelajaran pada isu keberlanjutan. Siswa diajak memahami dampak perubahan cuaca terhadap kehidupan. Pendekatan ini membangun kepedulian sejak dini. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kognisi, tetapi juga sikap.
Dari sisi perencanaan, kebijakan sekolah perlu fleksibel terhadap kondisi cuaca. Penyesuaian aktivitas belajar menjadi bagian dari manajemen pembelajaran. Hal ini melatih sekolah untuk responsif terhadap lingkungan. Kebijakan semacam ini mencerminkan sekolah yang adaptif. Proses belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa.
Dengan kebijakan yang mendukung pembelajaran berbasis cuaca, sekolah memperkaya pengalaman belajar anak. Pembelajaran menjadi lebih hidup dan kontekstual. Siswa memahami bahwa belajar tidak terpisah dari lingkungan. Kebijakan ini memperkuat relevansi pendidikan dasar. Sekolah pun berkontribusi pada pendidikan berkelanjutan.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari