Kedaulatan Air di Sekolah: Eksperimen Siswa SD Menghadapi Kekeringan Global
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Krisis air
bersih yang menghantui dunia menjadi topik utama dalam laboratorium solusi
iklim di tingkat sekolah dasar melalui inovasi sistem pemanenan air hujan dan
daur ulang air limbah kantin. Program ini dirancang untuk membangun green
mind dengan mengajarkan siswa bahwa air adalah sumber daya terbatas yang
harus dikelola dengan teknologi tepat guna. Siswa SD kini terlibat aktif dalam
memantau siklus air di sekolah mereka, mulai dari pengumpulan air hujan hingga
proses filtrasi menggunakan bahan alami yang mereka teliti sendiri.
Di dalam laboratorium
ini, siswa melakukan eksperimen dengan berbagai media filter seperti pasir,
arang aktif, dan serabut kelapa untuk menjernihkan air bekas cuci tangan agar
bisa digunakan kembali menyiram tanaman. Analisis laboratorium sederhana ini memberikan
pemahaman mendalam tentang konsep kapilaritas dan pemurnian alami yang sangat
relevan dengan materi sains kurikulum dasar. Pengalaman langsung ini menghapus
persepsi bahwa masalah air hanya urusan orang dewasa, dan menempatkan siswa
sebagai garda depan konservasi air di level komunitas.
Data lapangan menunjukkan
bahwa sekolah yang mengintegrasikan laboratorium air mampu menghemat penggunaan
air bersih hingga 30% setiap bulannya. Namun, nilai yang jauh lebih besar
adalah tumbuhnya rasa hormat siswa terhadap setiap tetes air yang mereka gunakan
setiap hari. Kesadaran ini membentuk etika lingkungan yang kuat, di mana
pemborosan air dianggap sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab terhadap
masa depan planet.
Dampak dari laboratorium
solusi air ini meluas hingga ke lingkungan keluarga, di mana siswa menjadi
edukator bagi orang tua mereka tentang cara menabung air hujan di rumah.
Pendidikan dasar dengan demikian berfungsi sebagai mesin transmisi pengetahuan
yang efektif untuk mengubah kebiasaan masyarakat secara luas. Melalui
keberhasilan inovasi kecil di sekolah, masyarakat menjadi yakin bahwa solusi
iklim bisa dimulai dari tindakan sederhana yang didukung oleh pemahaman sains
yang benar.
Menjadikan sekolah dasar
sebagai pusat literasi air adalah investasi krusial dalam menghadapi tantangan
hidrologi di masa depan. Kita sedang membekali generasi alpha dengan kecakapan
untuk beradaptasi dengan perubahan pola curah hujan dan kelangkaan air yang
mungkin terjadi. Inilah bukti bahwa laboratorium solusi iklim di SD adalah
tempat di mana ketangguhan bangsa masa depan sedang dibangun melalui pemahaman
mendalam tentang kedaulatan sumber daya alam.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah