KEGIATAN SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN NILAI KEMANUSIAAN
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pada era global yang sarat tantangan sosial dan kemajuan teknologi,
pendidikan nilai menjadi sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik.
Di tingkat sekolah dasar, pembelajaran nilai seperti empati, kepedulian, dan
solidaritas harus ditanamkan sejak dini agar siswa mampu tumbuh menjadi
individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermoral dan
berperasaan. Salah satu pendekatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai
tersebut adalah melalui kegiatan sosial yang kontekstual dan bermakna.
Kegiatan
sosial seperti berbagi dengan sesama, membersihkan lingkungan, hingga
mengunjungi kelompok rentan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang
pentingnya menjadi bagian dari komunitas. Pengalaman langsung ini memperkuat
keterlibatan emosional siswa dan memberikan ruang bagi mereka untuk
mengembangkan empati secara alami. Agar lebih berdampak, kegiatan sosial
sebaiknya dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran tematik integratif,
serta dilengkapi dengan refleksi personal yang membimbing siswa memahami
nilai-nilai kemanusiaan yang mereka alami secara langsung.
Guru
memiliki peran penting sebagai fasilitator dan model dalam menumbuhkan kepekaan
sosial siswa. Sekolah juga harus menciptakan budaya yang mendukung pembelajaran
nilai melalui kurikulum tersembunyi dan program penguatan karakter. Dengan
melibatkan siswa secara aktif, memberi ruang refleksi, dan menyambungkan
kegiatan sosial dengan kehidupan sehari-hari, proses pendidikan nilai
kemanusiaan akan berlangsung secara utuh dan berkelanjutan. Kegiatan sosial
bukan lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan
warga negara yang humanis dan bertanggung jawab.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi: Freepik