Kekuatan Sebuah Kalimat Asli: Bangga Jadi Diri Sendiri
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sebuah
kompetisi menulis surat untuk guru yang diadakan di Makassar baru-baru ini
berhasil membuktikan bahwa kalimat sederhana yang ditulis dengan penuh
ketulusan memiliki kekuatan yang jauh lebih menyentuh daripada kutipan puitis
yang diambil dari internet. Panitia lomba menyatakan bahwa tulisan-tulisan orisinal
para siswa memiliki "jiwa" dan karakter unik yang tidak mungkin bisa
ditiru atau dihasilkan oleh teknik salin-tempel dari situs web mana pun.
Fenomena ini menjadi sebuah ajakan bagi seluruh siswa sekolah dasar untuk lebih
percaya diri dengan kemampuan bahasanya sendiri dan tidak merasa minder
meskipun tidak menggunakan kata-kata yang rumit atau canggih.
Setiap anak terlahir
dengan sudut pandang yang berbeda-beda dalam melihat dunia, dan perbedaan
itulah yang sebenarnya membuat nilai orisinalitas menjadi sangat indah dan tak
ternilai harganya. Saat kita berani menuliskan apa yang benar-benar ada di
dalam pikiran dan perasaan kita, kita sebenarnya sedang berbagi sebagian dari
diri kita sendiri kepada orang lain dengan cara yang sangat istimewa.
Menghargai orisinalitas berarti memberikan ruang seluas-luasnya bagi
kreativitas pribadi untuk tumbuh subur dan berkembang menjadi sesuatu yang luar
biasa di masa yang akan datang.
Banyak siswa yang sering
kali merasa takut bahwa ide mereka tidak cukup bagus atau tulisan mereka akan
ditertawakan oleh teman-temannya karena dianggap terlalu sederhana. Padahal,
kekuatan sebuah tulisan justru terletak pada keasliannya, di mana pembaca dapat
merasakan emosi yang jujur dari sang penulis yang tidak bisa ditemukan dalam
karya hasil jiplakan. Percayalah bahwa kata-katamu memiliki kekuatan yang luar
biasa besar jika itu datang murni dari hati dan pikiranmu sendiri, karena
kejujuran adalah bahasa universal yang selalu bisa diterima dengan baik oleh
siapa pun.
Integritas dalam berkarya
juga mengajarkan kita untuk bangga terhadap proses, bukan hanya terpaku pada
hasil akhir yang tampak berkilau namun diperoleh dengan cara yang tidak benar.
Siswa yang bangga menjadi diri sendiri tidak akan merasa perlu untuk mencuri
ide orang lain demi mendapatkan pujian atau nilai tinggi yang bersifat
sementara saja. Mereka memahami bahwa setiap proses berpikir, setiap coretan di
kertas, dan setiap kalimat yang mereka susun adalah bagian dari perjalanan
panjang menuju kedewasaan intelektual yang akan sangat berguna di masa depan.
Guru-guru di Makassar
kini lebih sering memberikan apresiasi pada tulisan yang menunjukkan
kepribadian siswa, meskipun secara tata bahasa mungkin masih memerlukan banyak
perbaikan dan penyempurnaan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta
terhadap literasi yang jujur, di mana siswa merasa dihargai karena
keberaniannya dalam berekspresi secara bebas dan orisinal. Dengan demikian,
sekolah menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk bereksperimen dengan ide-ide
baru tanpa rasa takut akan dinilai buruk selama mereka tetap menjaga kejujuran
dalam setiap karyanya.
Dunia masa depan sangat
membutuhkan orang-orang yang berani tampil beda dan memiliki jati diri yang
kuat, bukan sekadar orang-orang yang mahir dalam menduplikasi apa yang sudah
dilakukan orang lain sebelumnya. Menjadi orisinal berarti menjadi pelopor, menjadi
orang yang pertama kali menyuarakan pendapat uniknya di tengah keramaian yang
mungkin memiliki pendapat yang seragam. Oleh karena itu, jangan pernah ragu
untuk menuliskan ceritamu sendiri, karena duniamu adalah milikmu, dan tidak ada
orang lain yang bisa menceritakannya seindah dirimu sendiri melalui
kalimat-kalimat aslimu.
Sebagai kesimpulan, mari
kita tanamkan dalam hati bahwa menjadi diri sendiri dengan segala
kesederhanaannya jauh lebih keren dan terhormat daripada menjadi orang lain
melalui jalan pintas yang tidak jujur. Setiap kalimat asli yang kamu tulis
adalah langkah nyata menuju kepribadian yang tangguh dan penuh dengan
integritas yang akan membawamu terbang tinggi meraih cita-cita. Teruslah
berkarya dengan jujur, hargailah setiap ide yang muncul dari benakmu, dan
tunjukkan kepada dunia bahwa kamu bangga menjadi diri sendiri melalui kekuatan
kata-kata yang lahir dari ketulusan hati.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah