Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar di Era Pascapandemi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Perubahan pola hidup selama pandemi membawa dampak jangka panjang terhadap kondisi emosional siswa sekolah dasar. Banyak siswa menunjukkan tanda kecemasan, penurunan motivasi, dan kesulitan adaptasi sosial di sekolah. Guru sering melaporkan meningkatnya perilaku withdrawn maupun agresif. Situasi ini memerlukan perhatian yang lebih serius dari sekolah dan keluarga. Kesehatan mental menjadi pondasi bagi keberhasilan akademik maupun sosial.
Pemulihan pembelajaran harus memasukkan aspek dukungan psikososial sebagai prioritas utama. Pendekatan akademis tanpa mempertimbangkan kondisi emosional siswa cenderung menghasilkan tekanan tambahan. Guru perlu memiliki keterampilan identifikasi awal gejala stres dan kecemasan. Lembaga pendidikan harus menyediakan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan. Dukungan ini harus diberikan secara sistematis, bukan sekadar insidental.
Aktivitas pembelajaran sosial-emosional terbukti membantu pemulihan kesejahteraan siswa. Metode seperti circle time, refleksi diri, kegiatan kolaboratif, dan permainan terstruktur efektif meningkatkan rasa nyaman. Guru yang menerapkan pendekatan ini melaporkan peningkatan keterlibatan siswa dalam kelas. Intervensi sederhana namun konsisten dapat membawa perubahan besar. Hal ini menunjukkan bahwa aspek emosional penting dalam pemulihan belajar.
Keterlibatan orang tua dalam mendukung kesehatan mental juga menjadi faktor penentu. Banyak orang tua belum menyadari tanda-tanda tekanan emosional pada anak karena fokus pada capaian akademik. Sekolah perlu memberikan edukasi agar orang tua dapat melakukan pendampingan yang lebih empatik. Komunikasi dua arah antara guru dan keluarga harus diperkuat. Sinergi ini menjadi bekal utama untuk pemulihan jangka panjang.
Pemerintah juga memiliki peran strategis dalam menyediakan kebijakan dan fasilitas pendukung kesehatan mental di sekolah. Program pelatihan guru, layanan konseling dasar, serta kurikulum kesejahteraan emosional harus dikembangkan. Tanpa dukungan struktural, upaya sekolah akan bersifat parsial. Kesehatan mental merupakan investasi masa depan yang harus ditangani secara sistematis. Pendidikan dasar harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak secara utuh.
####
Penulis: Aida Meilina