Keterampilan Komunikasi Siswa Terasah Lewat Rekaman Video Edukatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran berbasis video kini semakin banyak diterapkan di kelas.
Guru memanfaatkan YouTube untuk membantu siswa berlatih berbicara. Kegiatan ini
bertujuan melatih keterampilan komunikasi dan percaya diri siswa.
Siswa
diminta membuat rekaman video singkat yang berisi penjelasan tentang topik
pelajaran tertentu. Video ini memungkinkan siswa untuk mengorganisasi ide
sebelum menyampaikannya. Guru memberikan arahan tentang bagaimana berbicara
dengan jelas dan menggunakan bahasa yang tepat. Proses ini membantu siswa
memahami pentingnya struktur pembicaraan dan intonasi saat berbicara di depan
audiens.
Selain
itu, rekaman video menjadi media untuk refleksi. Siswa dapat menonton kembali
rekaman mereka sendiri untuk mengevaluasi ekspresi, suara, dan penyampaian
informasi. Guru juga memandu siswa memberikan umpan balik satu sama lain secara
konstruktif. Dengan cara ini, siswa belajar menerima kritik dan menyempurnakan
kemampuan komunikasi mereka secara bertahap.
Kegiatan
ini juga menumbuhkan keberanian siswa untuk tampil di depan kamera. Banyak
siswa yang awalnya merasa canggung menjadi lebih percaya diri setelah beberapa
kali mencoba merekam video. Hal ini berdampak positif pada keterampilan
berbicara di kelas maupun di kegiatan lain yang membutuhkan kemampuan
komunikasi.
Guru
menekankan bahwa keterampilan berbicara bukan hanya soal berbicara lancar
tetapi juga menyampaikan pesan dengan jelas dan bermakna. Video yang dibuat
harus mampu menunjukkan pemahaman siswa terhadap materi dan kemampuan mereka
mengekspresikan ide. Kegiatan ini melatih siswa untuk berpikir kritis sekaligus
kreatif dalam menyampaikan gagasan.
Selain
pengembangan kemampuan komunikasi, penggunaan YouTube juga mengenalkan literasi
digital kepada siswa. Mereka belajar membuat konten dengan etika yang benar
serta memahami dampak kata kata yang ditulis dan diucapkan dalam video. Guru
mengingatkan bahwa penggunaan media digital harus selalu bertanggung jawab dan
bijak.
Ke
depannya, kegiatan rekaman video diharapkan terus dijadikan metode pembelajaran
yang rutin. Dengan bimbingan guru, siswa dapat meningkatkan kemampuan
berbicara, mengekspresikan ide secara jelas, dan menggunakan media digital
secara positif. Hal ini diharapkan menjadi bekal keterampilan penting yang
bermanfaat sepanjang hidup siswa.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik