Kolaborasi Tanpa Batas: WA Web dan Google Translate untuk Proyek Bahasa Siswa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Proses pembelajaran bahasa di sekolah dasar kini
menjadi semakin dinamis dan interaktif dengan adanya kombinasi penggunaan
teknologi WhatsApp Web dan Google Translate dalam pengerjaan tugas-tugas proyek
kolaboratif. WhatsApp Web (WA Web) menyediakan ruang diskusi kelompok digital
yang efisien dan mudah diakses bagi siswa untuk berkomunikasi, berbagi ide, dan
berkoordinasi melalui komputer, sementara Google Translate berperan sebagai
alat bantu linguistik yang membantu mereka mengatasi kendala kosakata atau
pemahaman saat menyusun teks berbahasa asing. Sinergi antara komunikasi dan
alat bantu bahasa ini mendukung SDG 4 dengan menyediakan sarana pembelajaran
yang adaptif, modern, dan kolaboratif bagi siswa.
Sebagai contoh penerapan nyata,
dalam sebuah proyek kelompok membuat brosur wisata sederhana berbahasa Inggris,
siswa dapat menggunakan fitur grup di WA Web untuk membagi tugas secara adil
dan mengirimkan draf tulisan mereka kepada teman sekelompok untuk dikoreksi.
Teman lainnya kemudian dapat menggunakan Google Translate untuk memeriksa arti
kata yang sulit, mencari padanan kata yang lebih tepat, atau memverifikasi
ejaan, lalu memberikan masukan perbaikan kembali melalui grup chat tersebut.
Proses kerja sama ini tidak hanya melatih keterampilan bahasa, tetapi juga
mengasah kemampuan kerja tim dan editing mandiri siswa.
Guru memegang peranan penting dalam
memantau jalannya diskusi di grup WA Web untuk memastikan bahwa setiap siswa
berkontribusi secara aktif dan diskusi berjalan kondusif. Fitur pengiriman
dokumen dan media yang mudah digunakan di versi web memungkinkan siswa untuk
mengumpulkan hasil kerja final mereka dengan cepat kepada guru untuk
mendapatkan penilaian atau umpan balik. Umpan balik dari guru pun bisa
diberikan langsung secara digital dan personal, membuat siklus perbaikan tugas
dan proses belajar menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif.
Penggunaan kedua alat teknologi ini
secara bersamaan juga mengajarkan literasi digital ganda kepada siswa:
kemampuan berkomunikasi secara etis dan sopan di media sosial, serta kemampuan
menggunakan alat penerjemah mesin secara kritis dan bijak. Siswa belajar
memahami prinsip bahwa teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan
manusia, namun kreativitas, pemikiran orisinal, dan sentuhan akhir tetap harus
datang dari kecerdasan dan usaha mereka sendiri.
Secara keseluruhan, integrasi antara
WA Web dan Google Translate dalam pembelajaran berbasis proyek menciptakan
pengalaman belajar yang modern, relevan, dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja
masa depan. Siswa sekolah dasar tidak hanya belajar menguasai bahasa asing,
tetapi juga secara bersamaan mengasah soft skill penting seperti kolaborasi
tim, komunikasi digital, dan manajemen tugas yang akan sangat berharga bagi
kehidupan mereka kelak.
###
Penulis:
Maulidia Evi Aprilia