Label Identitas Tanaman Karya Siswa SD Perkuat Literasi Sains Berbasis SDGs Lingkungan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kegiatan mendesain label identitas tanaman kini menjadi bagian
penting dalam pembelajaran sains di sekolah dasar. Label ini memuat nama
tanaman, jenis perawatan, serta manfaat ekologisnya. Setiap siswa dilatih
mengenali hubungan antara tumbuhan dan keseimbangan lingkungan. Pendidikan ini
sekaligus mendukung SDGs Kehidupan di Darat.
Pada
tahap awal, siswa melakukan observasi sederhana terhadap tanaman di halaman
sekolah. Mereka belajar mencatat ciri fisik seperti bentuk daun, warna batang,
dan ukuran tanaman. Guru kemudian mengaitkan hasil observasi dengan kebutuhan
air, cahaya, serta jenis tanah. Latihan ini mengembangkan ketelitian dan rasa
ingin tahu ilmiah.
Setiap
label dirancang dengan kombinasi gambar dan teks. Siswa menggunakan warna alami
untuk menunjukkan karakter tanaman, misalnya hijau tua untuk tumbuhan rindang
dan cokelat untuk tanaman berkayu. Guru menjelaskan bahwa desain harus
informatif tanpa membingungkan pembaca. Anak-anak pun belajar mengatur tata
letak visual dengan baik.
Ketika
mempresentasikan label mereka, siswa menjelaskan alasan pemilihan ikon dan
warna. Mereka juga membahas manfaat ekologis tanaman seperti penyedia oksigen
dan penyaring polusi. Guru mengapresiasi kemampuan siswa menghubungkan data
ilmiah dengan visualisasi. Hal ini menunjukkan berkembangnya literasi sains
sejak dini.
Label
yang telah jadi ditempatkan di area taman mini kelas. Siswa lain dapat membaca
informasi tersebut saat beraktivitas luar ruang. Kehadiran label membuat
halaman sekolah tampak lebih terstruktur sekaligus edukatif. Lingkungan belajar
semakin kaya makna.
Diskusi
lanjutan mengaitkan manfaat tanaman dengan perubahan iklim global. Guru
menjelaskan bahwa penurunan jumlah vegetasi dapat memperburuk kenaikan suhu
bumi. Siswa mulai memahami bahwa menjaga tanaman turut menjaga masa depan bumi.
Kesadaran ini tumbuh melalui aktivitas sederhana.
Label
identitas tanaman akhirnya menjadi media kecil dengan dampak besar. Melalui
desain ini, siswa belajar mengenali, merawat, dan menghargai vegetasi di
sekitar mereka. Pendidikan dasar berperan besar dalam membangun generasi peduli
lingkungan.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono