Lagu Dolanan sebagai Sarana Pembelajaran Bahasa Jawa pada Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Lagu dolanan merupakan
salah satu bentuk kekayaan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Lagu ini biasanya dinyanyikan sambil bermain, sehingga menghadirkan suasana
menyenangkan bagi anak-anak. Selain berfungsi sebagai hiburan, lagu dolanan
juga memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran bahasa Jawa pada anak.
Penggunaan lagu dolanan dalam
pembelajaran bahasa Jawa memberikan pengalaman belajar yang lebih natural.
Anak-anak lebih mudah menyerap kosakata baru ketika diiringi musik dan
permainan. Hal ini sejalan dengan teori belajar menyenangkan (joyful learning)
yang menekankan pentingnya suasana gembira dalam proses pendidikan. Melalui
lagu, anak tidak merasa terbebani karena pembelajaran berlangsung seperti
bermain. Lagu dolanan juga memiliki nilai budaya dan moral. Misalnya, lagu
Gundul-Gundul Pacul mengajarkan kejujuran dan kebijaksanaan, sementara
Cublak-Cublak Suweng mengingatkan pada kejujuran. Oleh karena itu, anak-anak
tidak hanya belajar bahasa Jawa tetapi juga belajar tentang kearifan lokal yang
terkandung dalam lirik-liriknya.
Lagu dolanan membantu anak menguasai
fonologi dan intonasi bahasa Jawa. Mereka membantu mempertahankan pelafalan dan
logat yang benar karena mereka terbiasa mengucapkan kata-kata Jawa sesuai irama.
Selain itu, bernyanyi bersama dalam kelompok meningkatkan keterampilan sosial
seperti kerja sama, menghargai satu sama lain, dan kebersamaan. Lagu dolanan
dapat digunakan oleh guru dan orang tua sebagai media pengantar materi dalam
praktik pembelajaran. Misalnya, lagu Sluku-Sluku Bathok dapat digunakan untuk
mengajarkan kosakata tentang bagian tubuh, dan lagu Jamuran dapat digunakan
untuk mengajarkan angka atau hitungan. Dengan demikian, pembelajaran menjadi
lebih kontekstual, komunikatif, dan menyenangkan.
Dapat disimpulkan bahwa lagu dolanan
merupakan media efektif dalam pembelajaran bahasa Jawa pada anak. Lagu ini
menanamkan nilai budaya, meningkatkan keterampilan sosial, dan menumbuhkan
kecintaan terhadap tradisi selain mempermudah penguasaan struktur bahasa dan
kosakata. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga dan memanfaatkan lagu
dolanan baik di rumah maupun di sekolah agar anak-anak tetap akrab dengan
budaya dan bahasa Jawa.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest