Latihan Percakapan Bahasa Menggunakan ChatGPT dalam Pembelajaran Sehari-hari
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru mengenalkan ChatGPT sebagai partner latihan percakapan sederhana bagi siswa. Anak-anak diminta mengetik kalimat pendek untuk mendapatkan balasan otomatis. Guru menekankan pentingnya memeriksa struktur bahasa yang digunakan. Siswa merasa senang karena bisa berinteraksi langsung dengan teknologi. Pembelajaran bahasa menjadi lebih interaktif dan menarik.
Guru tetap hadir sebagai pendamping utama untuk memastikan penggunaan bahasa yang benar. Siswa diajak memperbaiki kesalahan yang muncul dalam percakapan. Kegiatan ini membantu mereka memahami perbedaan antara bahasa formal dan informal. Proses ini membuat siswa lebih terampil menyusun kalimat. Kemampuan berbahasa mereka meningkat.
Program ini sesuai dengan tujuan SDGs terutama literasi berkualitas. Teknologi membantu memperluas variasi latihan bahasa. Guru memanfaatkan ChatGPT sebagai alat pengayaan, bukan pengganti. Anak-anak belajar bahwa teknologi dapat mendukung proses belajar. Sikap ini membangun rasa percaya diri mereka dalam berkomunikasi.
Sekolah membuat jadwal khusus agar semua siswa mendapat waktu menggunakan perangkat. Guru memastikan akses dilakukan secara bergilir dan tertib. Anak-anak belajar menunggu giliran dengan sabar. Mereka juga belajar menghargai waktu penggunaan teman-temannya. Pembelajaran berlangsung secara disiplin.
Orang tua mengamati bahwa anak menjadi lebih sering berlatih membuat kalimat. Mereka memberikan dukungan dengan menyediakan waktu belajar tambahan di rumah. Guru mengingatkan agar pendampingan tetap dilakukan. Kerja sama antara rumah dan sekolah memperkuat hasil belajar. Program percakapan ChatGPT pun menjadi inovasi yang disukai siswa.
###
Penulis: Anisa Rahmawati