Matematika Berkeadilan Sosial: Transformasi Pembelajaran PMRI di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Matematika bukan sekadar tentang angka dan rumus yang harus dihafal siswa. Lebih dari itu, matematika dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keadilan sosial sejak dini. Penelitian multi paradigma yang dilakukan di Kelas V SDN Tebel mengeksplorasi bagaimana pembelajaran matematika dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat mentransformasi pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sarat dengan nilai-nilai keadilan. Penelitian ini membuka perspektif baru bahwa matematika tidak netral, melainkan dapat menjadi alat untuk memahami dan mengatasi persoalan ketidakadilan di masyarakat.
Pendekatan PMRI sendiri merupakan adaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan di Belanda sejak tahun 1970-an. PMRI memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari pembelajaran matematika konvensional, yaitu penggunaan konteks nyata sebagai titik awal pembelajaran, penggunaan model untuk matematisasi progresif, pemanfaatan konstruksi siswa, interaktivitas dalam proses belajar, dan keterkaitan antar topik matematika. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada kemampuan berhitung mekanis, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan pemahaman konseptual yang mendalam melalui situasi-situasi yang dapat mereka bayangkan dan alami dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep matematika yang berkeadilan sosial dalam penelitian ini mengintegrasikan permasalahan sosial yang relevan dengan kehidupan siswa ke dalam konteks pembelajaran matematika. Misalnya, siswa tidak hanya belajar tentang operasi hitung, pecahan, atau perbandingan secara abstrak, tetapi melalui konteks pembagian sumber daya, kesetaraan akses, atau distribusi bantuan sosial. Dengan cara ini, siswa diajak untuk tidak hanya menguasai keterampilan matematika, tetapi juga mengembangkan kepekaan terhadap isu-isu keadilan dan ketidakadilan di lingkungan sekitar mereka. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena menyentuh realitas sosial yang dialami siswa sehari-hari.
Penelitian multi paradigma yang diterapkan dalam studi ini menggabungkan berbagai sudut pandang dalam menganalisis fenomena pembelajaran. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk melihat kompleksitas pembelajaran matematika dari berbagai perspektif, baik dari sisi kognitif, sosial, maupun kultural. Dengan menggunakan multi paradigma, penelitian ini mampu mengungkap dimensi-dimensi pembelajaran yang mungkin terlewatkan jika hanya menggunakan satu pendekatan saja. Hal ini sangat penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai keadilan sosial dapat terintegrasi secara efektif dalam pembelajaran matematika di kelas.
Implementasi pembelajaran matematika berkeadilan sosial dengan pendekatan PMRI di SDN Tebel memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa. Siswa tidak hanya menjadi lebih mahir dalam matematika, tetapi juga mengembangkan kesadaran kritis terhadap persoalan-persoalan sosial di sekitar mereka. Mereka belajar bahwa matematika dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan memahami ketimpangan sosial, membuat keputusan yang adil, dan berkontribusi pada pemecahan masalah sosial. Pembelajaran seperti ini membentuk siswa menjadi warga negara yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan pembelajaran matematika yang lebih holistik dan bermakna di sekolah dasar. Para guru didorong untuk tidak hanya mengajarkan matematika sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kesadaran sosial siswa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keadilan sosial dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan PMRI, pendidikan dapat berperan lebih besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan komitmen terhadap keadilan sosial. Pendekatan ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna.
Firmandani, F. A., & Mariana, N. (2018). Penelitian Multi Paradigma: Matematika yang Berkeadilan Sosial dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI di Kelas V SDN Tebel. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(4).