MELALUI PROYEK KAMPANYE, SISWA SD BELAJAR BIJAK MENGGUNAKAN AIR
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kesadaran akan pentingnya menghemat air mulai dikenalkan sejak dini
melalui pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL). Siswa
Sekolah Dasar mengikuti kegiatan kampanye hemat air sebagai upaya menanamkan
kepedulian lingkungan sekaligus membangun keterampilan komunikasi dan
kreativitas.
Dalam
kegiatan ini, guru mengawali pembelajaran dengan mengenalkan konsep pentingnya
air bagi kehidupan serta dampak kekurangan air yang dapat terjadi jika
penggunaannya tidak bijak. Setelah memahami konsep, siswa dibagi ke dalam
beberapa kelompok untuk merancang kampanye hemat air sesuai ide dan kreativitas
masing-masing.
Berbagai
bentuk kampanye dihasilkan, seperti poster ajakan menjaga kebersihan sumber
air, slogan hemat air yang ditempel di tempat wudhu dan kantin, hingga video
singkat yang berisi pesan ajakan untuk tidak membuang air secara sia-sia. Siswa
juga melakukan presentasi untuk menjelaskan isi kampanye kepada teman-teman
sekelas.
Guru
menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek memberikan ruang kepada siswa
untuk berperan aktif dalam proses belajar. “Melalui proyek kampanye ini, siswa
tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga belajar menerapkan nilai
kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain
meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini juga melatih siswa bekerja
sama, merencanakan kegiatan, dan menyampaikan pendapat secara percaya diri.
Siswa belajar bahwa upaya kecil seperti menutup keran setelah digunakan atau
menggunakan air secukupnya saat mandi juga dapat memberikan dampak positif
apabila dilakukan secara konsisten.
Proyek
kampanye hemat air ini membuktikan bahwa pembelajaran dapat menjadi bermakna
ketika dikaitkan dengan kebutuhan dan realitas kehidupan. Siswa tidak hanya
memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun sikap bertanggung jawab dalam
menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik