Melatih Sikap Asertif dan Empati Anak lewat Aktivitas Role Play
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kegiatan pembelajaran di SD kali ini menekankan pengembangan
kemampuan sosial-emosional siswa melalui aktivitas role play atau permainan
peran. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mensimulasikan situasi sederhana yang
sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi mainan, meminta
izin, atau menyelesaikan perbedaan pendapat. Melalui proses ini, siswa tidak
hanya belajar mengungkapkan pendapat secara jelas dan sopan, tetapi juga diajak
untuk memahami perasaan orang lain. Guru berperan sebagai fasilitator yang
mengarahkan jalannya percakapan serta membantu siswa menemukan pilihan respon
yang tepat dan menghargai.
Kegiatan
role play ini berjalan dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Siswa
terlihat aktif dalam memerankan tokoh yang berbeda dan mencoba berekspresi
sesuai situasi yang diberikan. Dari proses tersebut, muncul sikap empati,
kemampuan mendengarkan, dan pemahaman bahwa setiap orang memiliki sudut pandang
yang berbeda. Selain itu, siswa belajar bersikap asertif, yaitu berani
menyampaikan keinginan tanpa menyakiti perasaan orang lain. Melalui kegiatan
sederhana namun bermakna ini, SD berupaya membentuk karakter anak yang
komunikatif, peka sosial, dan mampu membangun hubungan yang baik dengan teman
maupun lingkungan sekitarnya.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono