Membangun Kesadaran Lingkungan Sejak Dini dengan Gerakan Botol Minum Pribadi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dapat ditanamkan
sejak usia sekolah dasar melalui tindakan sederhana namun berdampak besar.
Salah satu gerakan yang kini mulai diterapkan adalah kebiasaan membawa botol
minum pribadi sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Gerakan
membawa botol minum pribadi bertujuan membentuk kebiasaan ramah lingkungan di
kalangan siswa. Dengan membawa tumbler atau botol minum yang dapat diisi ulang,
siswa belajar untuk lebih hemat dan bertanggung jawab terhadap sampah yang
mereka hasilkan. Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung
pengurangan sampah plastik yang berasal dari botol minum kemasan yang sering
dibawa atau dibeli di sekolah.
Selain
itu, gerakan ini biasanya dikaitkan dengan edukasi lingkungan yang dilakukan
melalui diskusi kelas, poster kampanye, hingga praktik langsung mengisi ulang
air minum di area sekolah. Siswa diajak memahami dampak negatif sampah plastik
terhadap tanah, sungai, dan laut, sekaligus bagaimana langkah kecil yang mereka
lakukan dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Gerakan
ini tidak hanya melatih kepedulian, tetapi juga menumbuhkan kemandirian siswa.
Mereka diajarkan untuk mempersiapkan kebutuhan belajarnya secara mandiri,
termasuk menyiapkan botol minum sebelum berangkat. Hal ini dapat memperkuat
karakter disiplin dan tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui
kebiasaan membawa botol minum pribadi, siswa sekolah dasar dapat belajar
menjaga lingkungan dengan cara sederhana namun bermakna. Gerakan ini diharapkan
menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang terus terbawa hingga mereka
dewasa. Dengan demikian, langkah kecil yang dimulai di lingkungan sekolah dapat
menjadi awal perubahan besar bagi keberlangsungan bumi di masa depan.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik