MEMBANGUN SUASANA KELAS POSITIF DENGAN MELIBATKAN SISWA DALAM PERANCANGAN RUANG
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan
merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Sekolah Dasar. Salah satu
inovasi yang diterapkan adalah melibatkan siswa secara langsung dalam
perancangan tata ruang kelas, sehingga mereka tidak hanya menjadi peserta
belajar, tetapi juga bagian dari proses menciptakan suasana belajar yang
positif.
Dalam
kegiatan ini, guru memfasilitasi siswa untuk merencanakan tata letak kelas yang
ideal, termasuk penempatan meja, kursi, sudut baca, dan area aktivitas
kelompok. Siswa bekerja dalam kelompok, berdiskusi, bertukar ide, dan
mengekspresikan kreativitasnya untuk menciptakan kelas yang nyaman, fungsional,
dan menarik.
Guru
memberikan arahan agar setiap desain mempertimbangkan faktor kenyamanan,
keamanan, dan kemudahan akses bagi seluruh siswa. Selain itu, kegiatan ini juga
mengajarkan nilai-nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan kemampuan memecahkan
masalah, karena siswa harus menyepakati desain yang disetujui semua anggota
kelompok.
Proses
perancangan ruang kelas ini dilakukan secara bertahap: mulai dari menggambar
sketsa tata letak, menentukan zona aktivitas, hingga mencoba menata ulang kelas
sesuai hasil desain kelompok. Selama kegiatan, siswa terlihat antusias
berdiskusi, mengatur posisi meja dan kursi, serta mengevaluasi hasil penataan
secara bersama-sama.
Melalui
pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang estetika dan keteraturan,
tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menciptakan lingkungan belajar
yang kondusif. Guru menilai bahwa keterlibatan siswa dalam perancangan ruang
meningkatkan rasa memiliki terhadap kelas, sehingga mereka lebih disiplin,
bertanggung jawab, dan termotivasi untuk menjaga kebersihan serta keteraturan.
Dengan
melibatkan siswa dalam perancangan ruang kelas, sekolah berhasil membangun
suasana belajar yang positif dan partisipatif. Pendekatan ini tidak hanya
mendukung kegiatan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial,
kreativitas, dan kemampuan bekerja sama, sehingga siswa tumbuh menjadi pribadi
yang mandiri dan peduli terhadap lingkungan belajarnya.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik