Mempelajari Materi Cuaca IPAS dengan Pendekatan STEAM di Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran IPAS tentang cuaca merupakan materi penting yang dapat dikenalkan sejak dini kepada siswa. Pendekatan STEAM yang menggabungkan sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika menjadi pendekatan yang efektif untuk memahami fenomena cuaca secara lebih mendalam. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk mengamati, menalar, dan menciptakan karya yang berkaitan dengan fenomena alam. Hal ini sangat sesuai dengan karakteristik pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Oleh karena itu, STEAM menjadi pilihan tepat untuk mengajarkan topik cuaca secara komprehensif.
Dalam pembelajaran tentang cuaca, guru dapat mengajak siswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan. Siswa dapat mencatat suhu, arah angin, serta kondisi langit menggunakan alat sederhana atau aplikasi digital. Data tersebut kemudian dianalisis melalui pendekatan matematika sederhana untuk melihat pola perubahan cuaca. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Pendekatan ini menumbuhkan kemampuan observasi dan penalaran ilmiah.
Salah satu keunggulan STEAM adalah adanya unsur kreativitas. Guru dapat meminta siswa membuat model awan, siklus air, atau alat sederhana untuk memprediksi cuaca. Aktivitas seni seperti menggambar atau membuat prototipe akan memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep sains. Selain itu, pembuatan model mendorong siswa untuk menemukan hubungan antara fenomena alam dan kehidupan sehari-hari. Kreativitas tersebut menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan.
Teknologi juga memiliki peran besar dalam pembelajaran cuaca. Siswa dapat memanfaatkan aplikasi prakiraan cuaca atau video animasi tentang siklus air untuk memperluas wawasan mereka. Guru dapat memandu siswa untuk membedakan antara data prakiraan cuaca dan kondisi aktual di lapangan. Diskusi ini membantu siswa memahami bagaimana teknologi memprediksi pola cuaca. Dengan cara ini, kemampuan literasi digital siswa juga meningkat.
Pendekatan STEAM terbukti mampu membuat pembelajaran IPAS tentang cuaca menjadi lebih menarik dan kontekstual. Kombinasi antara observasi, teknologi, kreativitas, dan analisis data menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Siswa menjadi lebih aktif dan kritis dalam memahami fenomena alam. Guru pun dapat lebih mudah menilai kompetensi siswa melalui berbagai produk dan aktivitas yang dihasilkan. Dengan demikian, penerapan STEAM sangat direkomendasikan untuk pembelajaran cuaca di pendidikan dasar.
Penulis: Aida Meilina
Sumber: ChatGPT Image Generator by OpenAI