Menanamkan Jiwa Patriotisme Sejak Dini di Sekolah Dasar
S2dikdas.fip.unesa.ac.id. SURABAYA— Dalam rangka memperingati bulan
kemerdekaan, berbagai sekolah dasar mengadakan kegiatan pendidikan yang
bertujuan untuk menanamkan jiwa patriotisme kepada siswa. Kegiatan ini
berlangsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru dan siswa dalam
berbagai aktivitas yang mengedepankan nilai-nilai cinta tanah air dan
penghargaan terhadap jasa para pahlawan. Sekolah menjadi tempat awal yang
strategis untuk membentuk karakter nasionalisme anak sejak usia dini.
Menumbuhkan semangat patriotisme tidak hanya dilakukan melalui
pembelajaran formal, tetapi juga melalui pembiasaan dan keteladanan di
lingkungan sekolah. Pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam Kurikulum
Merdeka, dan penanaman nilai patriotisme menjadi salah satu elemen utamanya.
Siswa sekolah dasar, sebagai generasi penerus bangsa, perlu dikenalkan pada
nilai-nilai kebangsaan secara kontekstual dan menyenangkan.
Guru memiliki peran penting dalam menginternalisasi nilai
patriotisme, baik melalui materi pelajaran. Kegiatan untuk menanamkan jiwa
patriotisme dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain:
• Upacara bendera rutin setiap hari Senin, yang bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi
wadah untuk memperkuat rasa hormat terhadap simbol negara.
• Lomba-lomba bertema kemerdekaan, seperti pidato, membaca puisi
perjuangan, dan drama pahlawan yang menanamkan rasa bangga terhadap sejarah
bangsa.
• Kegiatan menonton film sejarah dan berdiskusi, untuk memberi
gambaran nyata tentang perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan.
• Proyek kolaboratif kelas, seperti membuat poster tentang
nilai-nilai persatuan dan gotong royong.
Kegiatan-kegiatan ini membuat anak-anak tidak hanya memahami arti
kemerdekaan secara teori, tetapi juga merasakannya secara emosional dan sosial.
Melalui pembiasaan dan kegiatan yang terstruktur, semangat
patriotisme dapat ditanamkan dengan kuat di usia dini. Sekolah dasar memiliki
tanggung jawab besar dalam menciptakan generasi muda yang sadar akan jati diri
bangsa dan siap menjaga keutuhan negara. Pendidikan patriotisme bukan hanya
tugas menjelang peringatan 17 Agustus, melainkan bagian integral dari proses
pendidikan karakter sepanjang tahun. Dengan demikian, anak-anak tumbuh menjadi
pribadi yang cinta tanah air, berjiwa nasionalis, dan memiliki kesadaran
kolektif sebagai warga negara Indonesia.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Google