Meneguhkan Arah Pembelajaran Sekolah Dasar yang Holistik dan Bermakna
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran sekolah dasar perlu diarahkan secara holistik. Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Perkembangan sosial, emosional, dan kognitif perlu diperhatikan. Pembelajaran holistik menjadi kebutuhan pendidikan masa kini. Pendidikan dasar menjadi fondasi pendekatan ini.
Pembelajaran holistik menekankan keterpaduan berbagai aspek belajar. Siswa belajar memahami diri dan lingkungan. Guru merancang pembelajaran yang seimbang. Aktivitas belajar melibatkan berpikir dan berinteraksi. Pembelajaran menjadi pengalaman utuh.
Dalam pembelajaran IPAS, pendekatan holistik sangat relevan. Materi sains dikaitkan dengan nilai dan sikap. Siswa belajar memahami alam secara rasional dan etis. Guru membimbing proses pemaknaan. Pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Alur pembelajaran yang runtut mendukung pendekatan holistik. Setiap tahap pembelajaran saling melengkapi. Guru memastikan tujuan pembelajaran tercapai secara menyeluruh. Refleksi menjadi bagian penting proses belajar. Pembelajaran berjalan secara berkesinambungan.
Pendidikan dasar berperan menyiapkan generasi yang utuh. Guru menjadi aktor utama pembelajaran holistik. Pembelajaran IPAS menjadi sarana strategis. Pendidikan bermakna dibangun sejak dini. Arah pendidikan dasar menjadi semakin jelas.
Penulis: Aida Meilina