MENGEMAS OPERASI HITUNG DALAM CERITA DAN AKTIVITAS SEHARI-HARI
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya pada materi
operasi hitung, sering kali dianggap membosankan dan sulit oleh siswa. Padahal,
konsep seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sangat dekat
dengan kehidupan sehari-hari anak. Oleh karena itu, guru perlu menghadirkan
strategi pembelajaran yang lebih kontekstual, salah satunya dengan mengaitkan
operasi hitung ke dalam cerita serta aktivitas harian yang nyata dan
menyenangkan.
Cerita
adalah sarana yang efektif untuk membumikan konsep abstrak. Melalui kisah
sederhana seperti berbagi permen dengan teman, membeli buah di pasar, atau
bermain toko-tokoan, siswa dapat memahami operasi hitung tanpa merasa sedang “belajar”.
Selain itu, kegiatan konkret seperti menghitung uang jajan, mencatat skor
permainan, atau membagi makanan secara adil bisa digunakan sebagai media
belajar yang otentik dan bermakna. Aktivitas semacam ini menstimulasi siswa
untuk berpikir logis sekaligus mengembangkan empati, kerja sama, dan kemampuan problem
solving.
Dengan
pendekatan kontekstual ini, siswa lebih mudah memahami konsep karena mereka
merasa materi pelajaran relevan dengan pengalaman mereka sendiri. Mereka tidak
hanya menghafal rumus, tetapi benar-benar mengerti makna di balik operasi
hitung. Guru pun dapat menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan,
dan penuh makna, di mana anak tidak takut terhadap matematika, melainkan merasa
percaya diri dan antusias dalam menghadapinya.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik