Mengenal Perubahan Iklim melalui Prediksi Cuaca Besok di Kelas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran mengenai cuaca dilakukan dalam kegiatan kelas hari ini.
Guru mengaitkan prakiraan cuaca besok dengan topik perubahan iklim. Pendekatan
ini membantu siswa memahami fenomena alam secara nyata.
Pembahasan
dimulai dengan menampilkan informasi prakiraan cuaca besok dari sumber resmi.
Siswa memperhatikan simbol dan keterangan yang menunjukkan kemungkinan hujan,
angin, hingga suhu udara. Guru kemudian meminta siswa mengamati apakah kondisi
cuaca beberapa hari terakhir terlihat berubah. Dari sini siswa mulai bertanya
mengapa cuaca terkadang tidak sesuai dengan perkiraan awal.
Guru
menjelaskan bahwa cuaca adalah kondisi atmosfer jangka pendek, sementara
perubahan iklim berkaitan dengan pola cuaca jangka panjang. Ilustrasi sederhana
diberikan seperti perbedaan suhu rata rata yang terasa lebih panas dari tahun
ke tahun. Guru menekankan bahwa perubahan iklim bukan terjadi dalam sehari,
tetapi melalui proses panjang akibat aktivitas manusia dan perubahan alami
bumi.
Siswa
diajak mengamati contoh nyata di lingkungan sekitar. Misalnya hujan yang turun
lebih tiba tiba, musim kemarau yang terasa lebih panjang, atau udara yang
terasa lebih lembap. Pengamatan ini membantu siswa menyadari bahwa perubahan
yang terjadi dalam kehidupan sehari hari dapat menjadi bagian dari fenomena
global yang lebih besar. Kegiatan ini meningkatkan kepekaan siswa terhadap
perubahan lingkungan.
Selama
kegiatan berlangsung siswa diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Ada siswa
yang mengaitkan cuaca panas yang dirasakan akhir akhir ini dengan berkurangnya
pohon di sekitar rumah. Ada pula yang bertanya mengenai hubungan penggunaan
kendaraan bermotor dengan pemanasan global. Diskusi ini mendorong siswa untuk
berpikir kritis dan menemukan keterkaitan antar konsep.
Guru
menekankan bahwa memahami cuaca dan perubahan iklim bukan hanya untuk
mengetahui keadaan lingkungan, tetapi juga untuk merencanakan tindakan nyata.
Siswa diajak membuat daftar tindakan sederhana seperti menghemat listrik,
menggunakan botol minum sendiri, dan menjaga pepohonan di lingkungan sekitar.
Langkah ini menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap bumi.
Kegiatan
berlanjut dengan refleksi tertulis mengenai apa yang telah dipelajari. Siswa
menuliskan pemahaman tentang perbedaan cuaca dan perubahan iklim serta contoh
penerapannya dalam kehidupan sehari hari. Refleksi ini membantu menguatkan
pemahaman dan memberi kesempatan siswa mengolah kembali informasi yang
diterima.
Penutup
disampaikan dengan ajakan untuk melihat langit dengan lebih sadar. Guru
mengingatkan bahwa setiap perubahan kecil di udara dapat memberikan pesan
penting tentang keadaan bumi. Melalui pembelajaran ini siswa diharapkan tumbuh
menjadi generasi yang tidak hanya mengetahui tetapi juga peduli terhadap
keberlanjutan lingkungan.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono