MENGHIDUPKAN PEMBELAJARAN LEWAT ALAM SEKITAR SEKOLAH
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar. Di luar dinding kelas,
alam menyimpan segudang pelajaran yang tidak kalah berharga. Pohon-pohon di
halaman, taman kecil, kebun sekolah, bahkan gang sempit di sekitar lingkungan
sekolah dapat menjadi sumber belajar yang kaya makna bagi siswa sekolah dasar.
Pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) memberikan pengalaman
konkret yang membantu anak memahami materi secara kontekstual dan menyenangkan.
Mengajak
siswa mengamati bentuk daun, mengenali jenis sampah, atau menghitung langkah
saat berjalan ke warung dekat sekolah bisa menjadi bagian dari proses
pembelajaran lintas mata pelajaran. Aktivitas sederhana seperti ini bukan hanya
memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga menumbuhkan keterampilan observasi,
berpikir kritis, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Bagi
guru, pembelajaran luar ruangan menjadi kesempatan untuk merancang kegiatan
yang fleksibel, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan ini juga
selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran
kontekstual, diferensiasi, dan pengalaman nyata. Tantangan seperti cuaca,
keterbatasan ruang, atau pengelolaan kelas bisa diatasi dengan perencanaan
matang dan kolaborasi antar pendidik.
Belajar
di alam sekitar sekolah bukan hanya soal materi pelajaran, tapi juga tentang
bagaimana anak membangun hubungan dengan lingkungannya. Di sanalah pendidikan
karakter, kepedulian sosial, dan rasa ingin tahu tumbuh alami. Mari hidupkan
kembali ruang-ruang belajar yang selama ini terabaikan, dan biarkan anak-anak
kita belajar dari dunia nyata yang ada tepat di depan mata mereka.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik