Meningkatkan Kepercayaan Diri Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris melalui Pemanfaatan Google Translate
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Banyak guru SD merasa kurang percaya diri dalam mengajarkan bahasa Inggris karena keterbatasan penguasaan bahasa. Google Translate hadir sebagai alat yang dapat membantu mengurangi hambatan tersebut. Aplikasi ini menyediakan terjemahan cepat yang dapat digunakan guru sebagai referensi. Dengan memahami makna dan pelafalan kata-kata tertentu, guru menjadi lebih nyaman saat mengajar. Teknologi ini membantu guru merasa lebih siap sebelum memasuki kelas. Dengan demikian, Google Translate dapat menjadi pendukung penting dalam meningkatkan rasa percaya diri guru.
Guru dapat menggunakan Google Translate untuk mengecek kembali materi yang akan diberikan kepada siswa. Terjemahan kata dan contoh kalimat dapat membantu guru memastikan isi materi sudah benar. Hal ini memberikan rasa aman bagi guru agar tidak khawatir menyampaikan informasi yang salah. Selain itu, fitur suara membantu guru melatih cara membaca kosakata dengan baik. Latihan mandiri tersebut berpengaruh besar terhadap performa guru saat mengajar. Dengan begitu, guru semakin percaya diri menghadapi kelas.
Google Translate juga dapat membantu guru dalam menjawab pertanyaan siswa secara spontan. Ketika guru lupa makna suatu kata, aplikasi ini dapat digunakan sebagai bantuan cepat. Ini membuat proses pembelajaran tetap berjalan tanpa hambatan yang berarti. Fitur pencarian instan sangat cocok digunakan dalam situasi kelas yang dinamis. Siswa pun melihat bahwa guru memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu yang wajar. Dengan demikian, guru tidak merasa tertekan ketika lupa atau ragu tentang suatu kosakata.
Namun, penggunaan Google Translate perlu dilakukan secara bijak agar tidak bergantung sepenuhnya pada aplikasi. Guru tetap perlu meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris melalui pelatihan atau bacaan tambahan. Pendekatan ini membuat guru mampu menilai apakah terjemahan yang diberikan aplikasi sudah tepat. Guru yang memiliki pemahaman dasar akan lebih mudah menemukan kesalahan terjemahan. Dengan memadukan kemampuan pribadi dan teknologi, hasil pembelajaran menjadi lebih berimbang. Hal ini membantu guru berkembang secara profesional.