Meningkatkan Literasi Membaca Siswa SD Melalui Metode Storytelling
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Literasi membaca
merupakan bagian penting dari kemampuan belajar siswa Sekolah Dasar (SD).
Namun, karena minat rendah siswa dalam membaca atau karena tidak ada metode
pembelajaran yang menarik, banyak siswa masih kesulitan memahami bacaan. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif
untuk meningkatkan literasi membaca adalah melalui metode storytelling atau
mendongeng.
Storytelling bukan hanya membacakan
cerita; itu juga melibatkan interaksi langsung dengan siswa, ekspresi, intonasi
suara, dan gerak tubuh. Membuat cerita menjadikan teks yang semula kaku lebih
mudah dipahami dan dinikmati siswa.
Cerita-cerita yang disampaikan dengan cara yang menarik akan menumbuhkan
rasa ingin tahu anak-anak, memperkaya kosakata mereka, dan melatih daya
imajinasi mereka.
Dalam konteks pembelajaran di SD,
storytelling dapat menjadi media efektif untuk menanamkan budaya membaca sejak
dini. Ketika siswa mendengarkan cerita, mereka tidak hanya belajar tentang isi
cerita, tetapi juga belajar tentang struktur kalimat, penggunaan kata, dan
makna tersirat. Mendengarkan cerita ini membantu mereka berpikir kritis dan
memahami bacaan dengan baik.
Selain itu, cerita membuat belajar
lebih menyenangkan. Guru dapat meminta siswa untuk berpartisipasi secara aktif
dalam pertanyaan, menebak plot, atau bahkan berperan sebagai karakter tertentu.
Siswa dapat meningkatkan perhatian dan fokus mereka dengan keterlibatan aktif
ini, terutama anak-anak yang mengalami kesulitan membaca teks biasa.
Keunggulan lain dari story telling
adalah fleksibilitasnya. Untuk
meningkatkan penyampaian cerita, guru dapat menggunakan berbagai jenis media,
seperti boneka tangan, foto, atau video animasi. Ini membuat cerita dapat
diterapkan dalam berbagai konteks pembelajaran, baik di dalam kelas maupun
secara daring. Dengan membaca story telling secara teratur, diharapkan siswa
akan lebih termotivasi untuk membaca sendiri. Ketika membaca menjadi aktivitas
yang menyenangkan bagi mereka, literasi membaca akan berkembang menjadi
kebiasaan positif. Kesimpulannya, story telling bukan hanya cara untuk
menghibur, tetapi juga strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan
literasi membaca siswa SD. Guru harus terus mendorong bakat dongeng siswa
mereka agar proses belajar menjadi lebih hidup dan bermakna bagi mereka.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest