MENJAWAB TANTANGAN KELAS HETEROGEN DENGAN PENDEKATAN BERDIFERENSIASI
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Setiap kelas di sekolah dasar ibarat taman dengan beragam jenis
bunga. Ada yang cepat mekar, ada yang butuh perhatian lebih. Begitu pula siswa,
mereka hadir dengan latar belakang, kemampuan, minat, dan gaya belajar yang
berbeda. Di sinilah guru menghadapi tantangan nyata: bagaimana membuat
pembelajaran tetap bermakna bagi semua anak, tanpa mengabaikan perbedaan
mereka?
Pembelajaran
berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang relevan dan solutif. Melalui
pendekatan ini, guru tidak menyamaratakan perlakuan terhadap siswa, tetapi
menyesuaikan strategi mengajar sesuai kebutuhan. Diferensiasi bisa dilakukan
dalam berbagai aspek: isi pelajaran, proses pembelajaran, produk yang
dihasilkan siswa, hingga lingkungan belajar. Misalnya, dalam satu topik
pelajaran matematika, guru dapat memberikan pilihan aktivitas yang melibatkan
gambar, cerita, manipulatif konkret, atau diskusi kelompok, semua disesuaikan
dengan gaya belajar anak.
Penting
untuk dipahami bahwa diferensiasi bukan berarti memberi beban kerja yang lebih
sedikit pada anak yang kesulitan, atau lebih berat pada anak yang cepat paham.
Sebaliknya, diferensiasi adalah bentuk keadilan dalam Pendidikan, memberikan
apa yang dibutuhkan oleh tiap anak agar mereka bisa mencapai tujuan
belajar yang sama.
Dengan
menerapkan pendekatan ini, guru tidak hanya membantu siswa lebih optimal dalam
belajar, tetapi juga menciptakan kelas yang inklusif dan penuh empati. Kelas
yang menghargai perbedaan akan lebih kondusif, kolaboratif, dan menyenangkan, bukan
hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru sebagai fasilitator belajar.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik