Menuju Pendidikan Adil: Mengawal Implementasi Bahasa Inggris Wajib di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kebijakan
Bahasa Inggris wajib di SD 2026 kini memasuki tahap finalisasi teknis, di mana
pengawasan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilannya. Isu
keadilan akses menjadi poin utama yang disuarakan, mengingat masih banyak
sekolah yang kekurangan buku, gedung yang rusak, dan akses listrik minim.
Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ambisius ini tidak hanya menjadi
pajangan statistik, melainkan membawa perubahan nyata bagi seluruh siswa tanpa
terkecuali.
Uji coba di beberapa
daerah memberikan pelajaran tentang pentingnya adaptasi kurikulum berbasis
kearifan lokal yang relevan bagi siswa. Di wilayah pesisir, materi bahasa dapat
diarahkan pada istilah kelautan, sementara di wilayah agraris dikaitkan dengan
potensi pertanian lokal. Penyesuaian ini membuat bahasa asing terasa lebih
dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan tidak dianggap sebagai sesuatu
yang menakutkan atau asing bagi dunia mereka.
Transparansi dalam
pengadaan modul dan pelatihan guru juga harus dikawal ketat guna menghindari
penurunan standar kualitas pendidikan di lapangan. Masyarakat sipil dan
asosiasi profesi guru perlu dilibatkan aktif dalam mengevaluasi efektivitas
metode pengajaran yang diterapkan di ruang kelas. Jangan sampai kebijakan ini
hanya menjadi beban administratif baru bagi guru-guru yang sudah terbebani
banyak laporan di sekolah masing-masing.
Evaluasi berkala selama
masa implementasi awal sangat krusial untuk mendeteksi dampak negatif terhadap
kesehatan mental siswa maupun bahasa daerah. Pemerintah harus bersikap
fleksibel dan terbuka terhadap perubahan jika ditemukan hambatan yang merugikan
proses tumbuh kembang anak secara alami. Standar mutu pendidikan memang
penting, namun keselamatan dan kebahagiaan anak didik tetap harus menjadi hukum
tertinggi di atas segalanya.
Mari kita kawal transisi
besar ini dengan sikap kritis namun tetap optimis bagi masa depan pendidikan
nasional Indonesia. Bahasa Inggris wajib di SD adalah kesempatan bagi bangsa
ini untuk melompat lebih tinggi di kancah persaingan global yang kian dinamis.
Jika dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang terhadap anak-anak
kita, kebijakan ini akan menjadi warisan pendidikan yang menentukan wajah
Indonesia di mata dunia.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah