Menuju Satu Standar Literasi Digital: Visi Akhir Guru SD Berdaya AI
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Visi besar
Mendikdasmen ditutup dengan harapan terciptanya satu standar literasi digital
bagi seluruh guru SD di Indonesia, guna memastikan tidak ada anak yang
dirugikan oleh ketidaktahuan gurunya akan teknologi. AI harus menjadi instrumen
pemerataan kualitas pendidikan, di mana guru di pelosok dapat memberikan
kualitas instruksi yang sama hebatnya dengan guru di pusat administrasi berkat
bantuan asisten digital. Standarisasi ini bukan untuk menyeragamkan cara
mengajar, melainkan untuk memberikan jaminan minimal kompetensi teknologi bagi
setiap pendidik profesional.
Implementasi visi ini
memerlukan dukungan dari organisasi profesi guru untuk menciptakan ekosistem
saling bantu antara yang mahir dan yang belajar. Guru yang gagap teknologi
tidak boleh ditinggalkan, melainkan harus didorong melalui program pendampingan
sejawat yang intensif. Namun, dorongan dari luar tidak akan berarti tanpa
adanya api semangat dari dalam diri guru untuk terus menjaga martabat
profesinya di mata masyarakat dan siswa yang kian cerdas digital.
Masa depan pendidikan
dasar Indonesia pasca-integrasi AI akan melahirkan profil guru baru: kreatif,
analitis, dan sangat manusiawi. Teknologi AI akan mengambil alih porsi mekanis
dari pekerjaan guru, menyisakan porsi yang paling berharga bagi manusia, yaitu
inspirasi dan bimbingan batin. Inilah titik balik di mana guru tidak lagi
tergilas zaman, melainkan mereka sendirilah yang membentuk wajah zaman melalui
pemanfaatan teknologi yang bijaksana.
Sebagai penutup,
tantangan ini adalah panggilan sejarah bagi setiap guru SD untuk membuktikan
bahwa mereka lebih dari sekadar penyampai materi. Mereka adalah pembentuk
peradaban yang mampu menjinakkan teknologi untuk kepentingan kemanusiaan.
Dengan semangat adaptasi dan inovasi, guru Indonesia akan terus tegak berdiri,
memandu siswa-siswinya melampaui batas-batas kemungkinan di era kecerdasan
buatan yang menantang sekaligus menjanjikan ini.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah