Menumbuhkan Sikap Ilmiah Anak SD Melalui Proyek Pengamatan Alam Sekitar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Anak-anak sekolah dasar
pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap segala hal di
sekitarnya. Mereka sering kali bertanya mengapa langit berwarna biru, bagaimana
tumbuhan bisa tumbuh, atau dari mana datangnya hujan. Rasa ingin tahu inilah
yang menjadi modal utama dalam menumbuhkan sikap ilmiah sejak dini. Melalui
proyek pengamatan alam sekitar, siswa dapat belajar untuk mengamati, mencatat,
dan menyimpulkan berbagai fenomena sederhana di lingkungan mereka. Misalnya,
guru dapat mengajak siswa mengamati pertumbuhan tanaman, perubahan cuaca, atau
kebiasaan hewan kecil di halaman sekolah. Dari kegiatan sederhana tersebut,
anak-anak belajar berpikir kritis, teliti, dan tidak mudah mengambil kesimpulan
tanpa bukti.
Selain melatih keterampilan
berpikir, kegiatan pengamatan alam juga membentuk karakter anak agar lebih
peduli terhadap lingkungan. Saat mereka mencatat perubahan yang terjadi di
sekitar, anak belajar menghargai alam sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga.
Misalnya, ketika siswa mengamati bagaimana sampah memengaruhi pertumbuhan
tanaman, mereka secara tidak langsung memahami pentingnya menjaga kebersihan.
Proyek seperti ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerjasama, karena
siswa biasanya bekerja dalam kelompok untuk mengumpulkan data dan membuat
laporan hasil pengamatan. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih bermakna
dan menyenangkan, karena siswa mengalami langsung apa yang mereka pelajari.
Melalui kegiatan pengamatan alam
sekitar, sekolah tidak hanya mengajarkan konsep sains, tetapi juga menanamkan
nilai-nilai ilmiah seperti jujur, terbuka terhadap fakta, dan disiplin dalam
bekerja. Anak-anak belajar bahwa ilmu tidak hanya didapat dari buku, tetapi
juga dari pengalaman nyata di sekitar mereka. Jika dilakukan secara rutin dan
terarah, kegiatan ini dapat membentuk pola pikir ilmiah yang akan berguna
sepanjang hidup mereka. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang ingin tahu, berpikir
logis, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, proyek
pengamatan alam bukan hanya aktivitas belajar biasa, tetapi juga langkah
penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest