Mewariskan Karakter Hijau: Harapan dan Keberlanjutan Pendidikan Lingkungan Pasca-2026
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Visi jangka panjang
pendidikan dasar di Indonesia haruslah bermuara pada pewarisan karakter hijau
yang menjadi identitas utama setiap lulusannya, memastikan bahwa semangat
pelestarian lingkungan tetap membara jauh melampaui masa sekolah mereka.
Pendidikan ramah lingkungan di SD bukan hanya tentang menyelesaikan target
nilai atau memenangkan lomba lingkungan, melainkan tentang menanamkan benih
filosofi hidup yang selaras dengan prinsip-prinsip alam universal. Kita sedang
menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang diharapkan memiliki
kematangan ekologis dalam mengambil setiap kebijakan pembangunan, sehingga
kemajuan ekonomi nasional nantinya tidak lagi dibayar dengan kerusakan alam
yang tak terpulihkan.
Analisis mendalam
mengenai tantangan global pasca-2026 menunjukkan bahwa krisis iklim akan
semakin kompleks, sehingga ketangguhan mental dan kreativitas ekologis yang
ditanamkan sejak SD akan menjadi aset yang sangat berharga bagi generasi muda.
Tanpa karakter hijau, generasi masa depan mungkin akan terjebak dalam apatisme
atau keputusasaan menghadapi degradasi lingkungan yang kian masif di berbagai
belahan bumi. Oleh karena itu, konsistensi pemerintah dalam mendukung kebijakan
sekolah dasar ramah lingkungan melalui alokasi anggaran dan penyederhanaan
birokrasi menjadi sangat krusial guna menjaga momentum positif yang telah
terbangun selama puluhan tahun ini.
Evaluasi terhadap
program-program hijau di sekolah dasar menunjukkan bahwa keberhasilan jangka
panjang hanya bisa dicapai jika nilai-nilai lingkungan sudah mendarah daging
dalam budaya sekolah, bukan sekadar tempelan administratif demi meraih predikat
tertentu. Guru-guru sekolah dasar harus terus ditingkatkan kompetensi
ekologisnya melalui pelatihan berkelanjutan, agar mereka selalu siap menjawab
tantangan zaman dan pertanyaan-pertanyaan kritis siswa mengenai isu lingkungan
masa depan. Sekolah harus berani melakukan inovasi yang radikal dan keluar dari
zona nyaman untuk membuktikan bahwa pendidikan lingkungan adalah investasi
terbaik untuk menjamin hak-hak generasi mendatang atas bumi yang layak huni.
Pemanfaatan teknologi
digital untuk mendokumentasikan jejak hijau siswa sejak kelas satu hingga lulus
dapat menjadi "Rapor Karakter Hijau" yang memberikan gambaran utuh
mengenai kontribusi nyata mereka terhadap pelestarian lingkungan selama di sekolah.
Penghargaan terhadap prestasi lingkungan harus diberikan porsi yang setara
dengan prestasi akademik lainnya, guna meningkatkan kebanggaan siswa dalam
mengabdikan dirinya bagi kemanusiaan dan alam semesta. Hal ini akan membangun
mentalitas bahwa menjadi pelindung bumi adalah sebuah kehormatan dan panggilan
jiwa yang sangat mulia di tengah dunia yang kian individualis dan pragmatis.
Wariskanlah karakter
hijau kepada anak-anak kita, karena itulah harta yang paling tak lekang oleh
waktu dan tidak akan pernah terdegradasi oleh inflasi ekonomi global mana pun.
Kita tidak ingin memberikan masa depan yang suram dan penuh bencana bagi generasi
penerus hanya karena keteledoran kita saat ini dalam mendidik mereka tentang
cinta lingkungan. Dengan sekolah dasar ramah lingkungan yang kuat, kita sedang
membangun fondasi bangsa yang besar, yang menghargai setiap helai daun dan
setiap tetes air sebagai berkah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab
demi kejayaan nusantara dan kelestarian ibu pertiwi selamanya.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah