MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI TEMATIK INTEGRATIF
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Dalam dunia pendidikan dasar, muncul kebutuhan yang semakin kuat
untuk menjadikan pembelajaran lebih bermakna, kontekstual, dan dekat dengan
kehidupan peserta didik. Salah satu pendekatan yang menjawab kebutuhan tersebut
adalah pembelajaran tematik integratif. Metode ini memadukan berbagai
kompetensi dari mata pelajaran yang berbeda ke dalam satu kesatuan tema,
seperti “Lingkungan Sekitarku” atau “Kegiatan Sehari-Hari”. Tema-tema tersebut
memungkinkan siswa untuk memahami keterkaitan antar konsep dan mengalami
langsung relevansinya dalam kehidupan mereka. Di tengah tantangan global abad
ke-21, pembelajaran kontekstual seperti ini menjadi fondasi penting dalam
menumbuhkan cara berpikir terpadu sejak dini.
Dalam
praktiknya, pembelajaran tematik integratif menuntut pendidik untuk berpikir
lintas disiplin ilmu, mampu merancang kegiatan yang tidak hanya memenuhi tujuan
kurikuler tetapi juga membangun pengalaman belajar yang menyeluruh. Guru perlu
menyusun alur kegiatan yang kolaboratif dan berbasis pengalaman siswa.
Misalnya, melalui kegiatan proyek yang melibatkan pengamatan lingkungan atau
bermain peran, siswa tidak hanya belajar IPA atau Bahasa Indonesia secara
terpisah, tetapi memahami dan menerapkannya secara simultan. Implikasi dari
pendekatan ini mencakup penguatan keterampilan berpikir kritis, kreativitas,
dan kolaborasi, serta peningkatan motivasi belajar karena siswa merasa
pembelajaran itu relevan dengan realitas mereka.
Agar
pembelajaran tematik integratif benar-benar menjadi solusi pembelajaran
kontekstual yang berkelanjutan, diperlukan dukungan berlapis dari guru, kepala
sekolah, dan kurikulum. Pengembangan perangkat ajar yang fleksibel dan
responsif terhadap konteks lokal menjadi kunci. Selain itu, pelatihan guru
dalam menyusun skenario pembelajaran yang integratif harus menjadi prioritas.
Di masa mendatang, tematik integratif diharapkan tidak hanya menjadi pendekatan
pedagogis, melainkan juga jembatan antara dunia sekolah dengan kehidupan nyata.
Ini akan membentuk generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik,
tetapi juga adaptif dan peka terhadap dinamika sosial di sekitarnya.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi: Freepik