Niat Buka Puasa Jadi Sarana Kolaborasi Pendidikan Karakter Sekolah dan Keluarga
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Niat buka puasa dimanfaatkan sebagai sarana kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak diajak memahami bahwa nilai religius tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga dipraktikkan secara konsisten di lingkungan keluarga.
Guru memberikan arahan kepada orang tua agar mendampingi anak saat membaca niat buka puasa di rumah. Pendampingan ini bertujuan membantu anak memahami makna niat sebagai bentuk kesungguhan hati, kedisiplinan waktu, dan rasa syukur setelah menjalani aktivitas belajar serta ibadah sepanjang hari.
Kolaborasi tersebut memperkuat pembelajaran karakter yang telah diperkenalkan di sekolah. Siswa menjadi lebih mudah memahami nilai tanggung jawab dan kejujuran karena mendapatkan contoh langsung dari orang tua. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari anak.
Pendekatan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci penting dalam membentuk generasi yang berakhlak, berpengetahuan, dan memiliki kesadaran sosial.
Melalui pemanfaatan niat buka puasa, sekolah dasar dapat mengembangkan pembelajaran yang bermakna tanpa membutuhkan media yang kompleks. Kebiasaan sederhana ini mampu menjadi jembatan antara pendidikan formal dan pendidikan keluarga dalam membentuk karakter siswa secara utuh dan berkelanjutan.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa