Niat Buka Puasa Jadi Sarana Pendidikan Nilai dan Disiplin
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Niat buka puasa menjadi salah satu materi pembiasaan harian di sekolah dasar selama bulan Ramadan. Guru memanfaatkan momen ini untuk menjelaskan bahwa setiap ibadah dan aktivitas perlu diawali dengan niat yang baik. Pembiasaan ini biasanya dilakukan melalui pengingat singkat sebelum kegiatan belajar atau saat pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Melalui penjelasan sederhana, siswa belajar bahwa niat memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap perbuatan. Anak dikenalkan bahwa niat bukan hanya bagian dari ibadah puasa, tetapi juga dasar dalam melakukan aktivitas lain, seperti belajar, membantu teman, dan menaati aturan sekolah.
Guru kemudian mengaitkan konsep niat dengan semangat belajar dan perilaku sehari-hari. Misalnya, siswa diajak berniat belajar agar menjadi anak yang rajin dan bermanfaat bagi orang lain. Contoh-contoh konkret ini membantu siswa memahami bahwa niat positif dapat memengaruhi sikap dan hasil yang diperoleh.
Pembiasaan niat juga melatih disiplin waktu dan pengendalian diri, terutama saat menunggu waktu berbuka puasa. Siswa belajar menahan diri, bersabar, dan mengikuti aturan dengan tertib. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah dasar.
Secara keseluruhan, pembelajaran niat buka puasa memperkuat karakter religius dan kedisiplinan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan sederhana ini mendukung pendidikan karakter yang holistik, sejalan dengan tujuan sekolah dasar untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap positif, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti