Pamor Influencer Mengungguli Guru di Mata Siswa SD, Apa Penyebabnya?
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan baru dengan munculnya pengaruh besar influencer di kalangan siswa Sekolah Dasar. Banyak kasus menunjukkan bahwa anak-anak lebih menghormati dan mempercayai informasi yang datang dari influencer di TikTok, dibandingkan dengan penjelasan yang diberikan oleh guru mereka di kelas. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu atau dua daerah, melainkan menjadi tren yang meluas di berbagai wilayah, termasuk di Surabaya dan sekitarnya.
Salah satu alasan utama adalah cara menyajikan konten yang berbeda. Influencer biasanya membuat video dengan durasi singkat, maksimal beberapa menit, yang sesuai dengan kapasitas perhatian siswa SD yang masih terbatas. Mereka menggunakan musik yang menarik, efek visual yang ceria, dan cerita yang mudah diikuti. Sebaliknya, proses pembelajaran di kelas terkadang terasa monoton, dengan metode ceramah yang berlangsung lama dan kekurangan variasi dalam penyampaian materi.
Koneksi emosional yang dibangun influencer dengan pengikut mereka juga menjadi faktor kunci. Banyak influencer yang berusaha menjadi “teman” bagi para siswa, menggunakan bahasa yang akrab dan seringkali berbagi pengalaman pribadi yang dapat dikenal oleh anak-anak. Guru di sisi lain seringkali harus memainkan peran sebagai figur otoritas, yang terkadang membuat siswa merasa kurang nyaman untuk bertanya atau mengungkapkan pendapat mereka secara bebas di kelas.
Ketersediaan konten yang beragam dan dapat diakses kapan saja juga membuat TikTok semakin menarik. Siswa dapat mencari konten tentang topik yang mereka minati kapan pun mereka mau, baik di rumah, di jalan, atau saat istirahat sekolah. Buku teks dan pembelajaran di kelas memiliki batasan waktu dan ruang, sehingga tidak selalu dapat memenuhi keingintahuan siswa yang seringkali berubah dengan cepat sesuai dengan tren yang sedang populer.
Perlu adanya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah untuk menangani fenomena ini. Guru dapat belajar dari gaya menyajikan influencer dengan membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, sementara juga mengajarkan siswa tentang cara memilah informasi yang benar dan salah di platform media sosial. Dengan demikian, pengaruh influencer dapat diarahkan menjadi hal yang positif dan mendukung proses pendidikan siswa SD.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah