Parenting Remote Control: Tantangan Guru Hadapi Grup WA Orang Tua yang Terlalu Intervensif
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru di era digital saat ini menghadapi tantangan baru yang tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga dengan komunikasi dengan orang tua melalui grup WhatsApp. Fenomena “parenting remote control” membuat banyak guru harus beradaptasi dengan dinamika komunikasi yang semakin kompleks, di mana orang tua seringkali melakukan intervensi yang berlebihan dalam berbagai aspek aktivitas sekolah dan pembelajaran siswa.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi guru adalah menjaga keseimbangan antara memberikan informasi yang cukup kepada orang tua dan tidak terjebak dalam siklus tanggapan yang terus-menerus. Guru harus mampu menyampaikan informasi penting dengan waktu yang jelas dan tepat, namun juga harus menetapkan batasan agar tidak terbebani oleh pertanyaan yang berulang atau komentar yang tidak konstruktif. Banyak guru yang mengaku kesulitan untuk menolak permintaan orang tua yang terlalu mengganggu, karena ketakutan dianggap tidak profesional atau tidak peduli dengan pendidikan anak.
Tantangan lainnya adalah menangani berbagai jenis karakter orang tua dalam grup WhatsApp. Ada orang tua yang sangat protektif dan selalu ingin mengetahui setiap detail aktivitas anak, ada yang suka memberikan komentar yang kritikal tanpa memahami konteks yang sebenarnya, dan ada juga yang cenderung mengikuti Arahan orang tua lain tanpa berpikir secara mandiri. Guru harus mampu berkomunikasi dengan cara yang berbeda-beda untuk menangani setiap jenis orang tua, sambil tetap menjaga profesionalisme dan fokus pada kepentingan siswa.
Selain itu, guru juga harus menghadapi tekanan untuk selalu memberikan hasil yang optimal dalam pendidikan anak. Orang tua yang terlalu intervensi melalui grup WhatsApp seringkali memiliki harapan yang tinggi dan cepat merasa tidak puas jika prestasi anak tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Hal ini membuat guru merasa tertekan untuk selalu menunjukkan kemajuan yang signifikan, bahkan dalam waktu yang singkat, sehingga terkadang mereka terpaksa fokus pada pencapaian akademik semata daripada pada perkembangan holistik anak.
Untuk mengatasi tantangan ini, pihak sekolah perlu memberikan dukungan dan pelatihan kepada guru mengenai cara berkomunikasi efektif dengan orang tua melalui media digital. Selain itu, penting untuk menetapkan kebijakan yang jelas mengenai penggunaan grup WhatsApp, termasuk aturan tentang jenis informasi yang boleh dipublikasikan, waktu komunikasi yang, dan cara menangani konflik atau keluhan yang muncul. Dengan demikian, guru dapat meluncurkan dengan lebih tenang dan fokus pada apa yang paling penting – memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah