PEMAHAMAN EKOSISTEM LEBIH MENDALAM DENGAN METODE GALLERY WALK DI SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran IPA pada materi ekosistem di Sekolah Dasar kini
dikembangkan melalui metode Gallery Walk, yaitu strategi belajar aktif
di mana siswa bergerak dari satu titik informasi ke titik lainnya untuk
mengamati, mendiskusikan, dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini dinilai mampu
meningkatkan pemahaman konsep sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis
siswa.
Kegiatan
pembelajaran dimulai dengan pembagian kelompok kecil. Setiap kelompok
mendapatkan bagian materi yang berbeda, seperti jenis ekosistem, hubungan
antarmakhluk hidup, rantai makanan, atau keseimbangan ekosistem. Kelompok
kemudian menyusun media visual berupa poster, bagan, atau gambar yang nantinya
dipajang di berbagai sudut kelas.
Setelah
semua karya dipajang, siswa melakukan Gallery Walk dengan mengunjungi
setiap sudut kelas. Mereka membaca, mengamati, dan bertanya pada kelompok
penyaji untuk memahami isi materi yang disampaikan. Suasana pembelajaran
terlihat hidup karena siswa aktif bertukar pendapat dan memberikan tanggapan.
Guru
menjelaskan bahwa metode Gallery Walk membantu siswa membangun
pengetahuan melalui proses interaksi dan observasi langsung. “Siswa tidak hanya
menerima penjelasan dari guru, tetapi belajar dari teman-temannya. Hal ini
melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Selain
itu, kegiatan ini membuat siswa lebih mudah menghubungkan contoh ekosistem yang
dipelajari dengan lingkungan sekitar. Misalnya, siswa dapat mengenali adanya
rantai makanan di taman sekolah atau proses simbiosis antara tumbuhan dan hewan
yang sering mereka lihat.
Dengan
penerapan metode Gallery Walk, pembelajaran ekosistem menjadi lebih
bermakna dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis,
tetapi juga mampu mengaitkan materi dengan pengalaman nyata dalam kehidupan
sehari-hari. Metode ini menunjukkan bahwa ruang kelas dapat menjadi tempat
eksplorasi dan kolaborasi yang kaya akan pengalaman belajar.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik