PEMANFAATAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kini semakin diarahkan
untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan nyata siswa.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan budaya lokal sebagai
sumber belajar, sehingga siswa dapat memahami materi secara lebih kontekstual
dan bermakna.
Dalam
kegiatan pembelajaran, guru mengajak siswa untuk mengenal dan mengamati
berbagai bentuk budaya lokal yang ada di lingkungan sekitar mereka. Budaya
lokal yang dimaksud mencakup tradisi, upacara adat, bentuk rumah tinggal,
makanan khas, kesenian, hingga kebiasaan gotong royong masyarakat. Pendekatan
ini membantu siswa menyadari bahwa budaya bukan hanya konsep abstrak, tetapi
hidup dan hadir dalam keseharian mereka.
Guru
memulai pembelajaran dengan diskusi interaktif mengenai budaya apa saja yang
dikenal siswa. Setelah itu, siswa diajak melakukan observasi sederhana atau
wawancara ringan kepada orang tua, tetangga, atau tokoh masyarakat untuk
memperoleh informasi lebih mendalam terkait praktik budaya yang masih
dijalankan. Siswa kemudian mencatat hasil pengamatan dalam bentuk laporan,
gambar, atau presentasi kelompok.
Melalui
kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari materi IPS tentang keragaman sosial
dan budaya, tetapi juga mengembangkan sikap menghargai warisan budaya daerah.
Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi,
dan keterampilan berpikir kritis dalam mengolah hasil observasi.
Guru
menilai bahwa penggunaan budaya lokal sebagai sumber belajar membuat proses
pembelajaran lebih hidup dan bermakna. Siswa merasa materi lebih mudah dipahami
karena berkaitan langsung dengan realitas yang mereka temui setiap hari.
Pemanfaatan
budaya lokal dalam pembelajaran IPS menjadi langkah strategis untuk membangun
kecintaan siswa terhadap lingkungan sosial dan budayanya. Dengan memahami
budaya daerah sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang
menghargai perbedaan, menjaga identitas bangsa, dan berperan aktif dalam
melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik