Pemanfaatan ChatGPT oleh Guru SD untuk Membantu Membuat Soal Evaluasi Pembelajaran Pecahan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi
kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin memberikan dampak
positif di dunia pendidikan, termasuk bagi guru sekolah dasar. Salah satu
aplikasi AI yang mulai banyak dimanfaatkan adalah ChatGPT, sebuah model bahasa
yang mampu menghasilkan teks secara otomatis berdasarkan perintah pengguna.
Dalam konteks pembelajaran matematika, khususnya pada materi pecahan, ChatGPT
dapat menjadi mitra cerdas bagi guru untuk menyusun soal evaluasi yang
bervariasi dan menantang sesuai dengan kemampuan siswa.
Guru sering menghadapi tantangan
dalam menyusun soal evaluasi yang tidak hanya mengukur kemampuan berhitung,
tetapi juga pemahaman konsep. Di sinilah ChatGPT dapat berperan penting.
Melalui perintah sederhana, guru dapat meminta ChatGPT untuk membuat soal-soal
pecahan dengan berbagai tingkat kesulitan, mulai dari soal dasar seperti
menyederhanakan pecahan hingga soal kontekstual yang mengaitkan pecahan dengan
kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, guru dapat menghemat waktu dalam
penyusunan soal sekaligus mendapatkan inspirasi untuk variasi bentuk
pertanyaan.
Selain membantu dalam pembuatan
soal, ChatGPT juga dapat digunakan untuk memvalidasi dan memeriksa tingkat
kesulitan soal. Misalnya, guru dapat meminta ChatGPT memberikan penjelasan atau
kunci jawaban dari soal yang telah dibuat untuk memastikan kejelasan dan
ketepatan konsep. Fitur ini dapat meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran
karena guru dapat meninjau kembali soal berdasarkan penjelasan yang dihasilkan
oleh sistem. Dengan demikian, ChatGPT tidak hanya menjadi alat bantu teknis,
tetapi juga media reflektif dalam perancangan evaluasi.
Namun, pemanfaatan ChatGPT tentu
memerlukan pengawasan dan kebijaksanaan guru. Guru tetap harus memastikan bahwa
soal yang dihasilkan sesuai dengan kurikulum, konteks pembelajaran, dan
karakteristik siswa sekolah dasar. ChatGPT sebaiknya digunakan sebagai
pendamping, bukan pengganti kreativitas dan intuisi pendidik. Integrasi manusia
dan teknologi menjadi kunci agar hasil pembelajaran tetap berorientasi pada
pengembangan kompetensi dan karakter siswa.
Secara keseluruhan, penggunaan
ChatGPT oleh guru SD dalam menyusun soal evaluasi pecahan merupakan langkah
inovatif yang menunjukkan adaptasi pendidikan terhadap kemajuan teknologi.
Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, guru dapat bekerja lebih
efisien, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan belajar siswa. Pada
akhirnya, teknologi seperti ChatGPT dapat menjadi mitra strategis dalam
menciptakan pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi
siswa sekolah dasar.
###
Penulis: Sabila Widyawati