Pemanfaatan ChatGPT untuk Mendukung Pemahaman Bacaan Naratif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru memperkenalkan ChatGPT sebagai alat bantu memahami teks bacaan naratif. Siswa diminta mengetik pertanyaan tentang bagian cerita yang sulit dipahami. Guru mengarahkan agar pertanyaan disusun dengan jelas. Anak-anak menjadi lebih aktif menelusuri makna teks. Kegiatan ini memperkuat pemahaman bacaan.
Guru kemudian membimbing siswa membandingkan jawaban teknologi dengan interpretasi mereka sendiri. Proses ini melatih kemampuan analitis. Siswa belajar bahwa satu cerita dapat dipahami melalui berbagai sudut pandang. Diskusi kelas membuat pembelajaran semakin kaya. Kemampuan berpikir kritis pun meningkat.
Inisiatif ini mendukung SDGs terutama literasi dan pendidikan berkualitas. Teknologi membantu mengatasi hambatan pemahaman bacaan. Guru memanfaatkan ChatGPT sebagai sarana pengayaan belajar. Siswa merasa lebih percaya diri memahami cerita yang kompleks. Pembelajaran menjadi lebih inklusif.
Sekolah menyediakan sesi khusus untuk penggunaan perangkat. Guru memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman. Anak-anak belajar menghargai giliran teman. Mereka juga belajar membatasi penggunaan teknologi pada kegiatan belajar. Disiplin ini menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Orang tua merasakan bahwa anak lebih mudah menceritakan kembali isi bacaan. Mereka memberikan dukungan dengan menyediakan waktu membaca di rumah. Guru mengingatkan pentingnya pendampingan. Kerja sama keluarga dan sekolah memperkuat hasil belajar. Program ChatGPT terbukti meningkatkan pemahaman bacaan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati