Pemanfaatan Google Translate dan ChatGPT dalam Pembelajaran Dwi Bahasa di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam era digital yang
terus berkembang, pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan menjadi sebuah
keniscayaan. Salah satu bentuk inovasi yang menarik adalah penggunaan alat
bantu berbasis kecerdasan buatan seperti Google Translate dan ChatGPT dalam
pembelajaran dwi bahasa di sekolah dasar. Kehadiran dua teknologi ini tidak
hanya memudahkan guru dalam mengajar bahasa asing, tetapi juga membantu siswa
memahami kosakata dan struktur kalimat dengan cara yang lebih interaktif dan
cepat. Dengan demikian, proses belajar bahasa menjadi lebih menyenangkan dan
mudah diakses.
Google Translate berperan besar
dalam membantu siswa mengenal berbagai kosakata dan arti kata dari bahasa
asing, terutama bahasa Inggris. Melalui fitur terjemahan instan, siswa dapat
membandingkan arti kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing dengan mudah.
Guru dapat memanfaatkannya dalam kegiatan pembelajaran, misalnya saat
memperkenalkan teks sederhana, lagu anak berbahasa Inggris, atau percakapan
sehari-hari. Meski demikian, penggunaan Google Translate perlu didampingi oleh
guru agar siswa tidak hanya bergantung pada hasil terjemahan otomatis yang
terkadang kurang tepat secara konteks.
Sementara itu, ChatGPT hadir sebagai
inovasi yang lebih interaktif dalam proses pembelajaran. Melalui ChatGPT, siswa
dapat berlatih menulis, berdialog, bahkan membuat cerita pendek dalam dua
bahasa secara langsung. Guru dapat menggunakannya untuk melatih kemampuan
berpikir kritis dan komunikasi siswa dengan cara meminta mereka berdiskusi
dengan ChatGPT menggunakan bahasa asing. Hal ini dapat meningkatkan
keterampilan literasi digital sekaligus memperkaya kemampuan berbahasa secara
alami dan kontekstual.
Kombinasi antara Google Translate
dan ChatGPT memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Siswa tidak
hanya menghafal kosakata, tetapi juga memahami bagaimana bahasa digunakan dalam
berbagai situasi. Misalnya, setelah menerjemahkan teks menggunakan Google
Translate, siswa dapat memanfaatkan ChatGPT untuk mempraktikkan hasil
terjemahan tersebut dalam bentuk percakapan. Pendekatan ini menumbuhkan rasa
ingin tahu, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta memperkuat pemahaman
lintas bahasa dan budaya.
Dengan pemanfaatan teknologi seperti
Google Translate dan ChatGPT, pembelajaran dwi bahasa di sekolah dasar menjadi
lebih dinamis, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Guru berperan
penting dalam mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak agar tidak
mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa. Jika diterapkan dengan tepat, kedua
alat ini dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membangun generasi
muda yang melek teknologi sekaligus memiliki kemampuan berbahasa yang kuat di
era globalisasi.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest