Pemanfaatan Media Video Digital sebagai Sarana Pembelajaran Inklusif di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Media video digital semakin banyak dimanfaatkan dalam pembelajaran sekolah dasar sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan gaya belajar siswa. Video edukatif membantu menyajikan materi pelajaran secara visual dan dinamis, sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Pemanfaatan media ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif dan inklusif.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru menggunakan video sebagai pendukung penjelasan materi yang kompleks atau abstrak. Video ditampilkan sebagai pemantik diskusi, bukan sekadar tontonan pasif. Siswa diajak mengamati isi video, mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pendapat berdasarkan pemahaman mereka.
Penggunaan media video juga mendukung keberagaman gaya belajar siswa. Peserta didik yang memiliki kecenderungan visual dan auditori dapat menyerap informasi dengan lebih optimal. Hal ini mendukung prinsip pendidikan inklusif yang menjadi bagian penting dari tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.
Selain materi akademik, video digital dimanfaatkan untuk penguatan nilai karakter dan sosial. Guru menampilkan video bertema keluarga dan kasih sayang dalam rangka peringatan Hari Ibu, serta video tentang toleransi dan kebersamaan dalam perayaan Natal. Nilai empati, penghargaan, dan keberagaman ditanamkan melalui media yang dekat dengan dunia siswa.
Dengan pendampingan dan seleksi konten yang tepat, media video digital dapat menjadi sarana pembelajaran yang aman dan efektif. Literasi digital menjadi bekal penting agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
###
Penulis: Anisa Rahmawati