Pemanfaatan Proxy Internet Sekolah dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam era digital
seperti saat ini, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu faktor
penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar (SD). Salah
satu bentuk dukungan infrastruktur yang dapat menunjang proses belajar mengajar
berbasis teknologi adalah penggunaan proxy internet sekolah. Proxy berfungsi
sebagai penghubung antara pengguna dan jaringan internet utama, sehingga
aktivitas daring di lingkungan sekolah dapat dikendalikan dan diawasi dengan
lebih aman serta efisien. Dengan adanya proxy, sekolah dapat mengatur akses
situs, mempercepat koneksi, dan melindungi siswa dari konten negatif di
internet.
Pemanfaatan proxy internet juga
memberikan manfaat besar bagi guru dalam mengelola proses pembelajaran berbasis
teknologi. Guru dapat memanfaatkan jaringan internet yang telah difilter
melalui proxy untuk mengakses sumber belajar digital seperti video edukatif,
modul interaktif, atau platform pembelajaran daring. Dengan demikian, proses
pembelajaran menjadi lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan perkembangan
zaman. Selain itu, guru juga dapat lebih fokus memanfaatkan internet untuk
kegiatan akademik tanpa terganggu oleh situs-situs yang tidak berkaitan dengan
pendidikan.
Bagi siswa, penggunaan proxy
internet sekolah turut memberikan pengalaman belajar yang aman dan terarah.
Mereka dapat mengakses materi pelajaran secara daring, melakukan riset
sederhana, serta berlatih menggunakan aplikasi pembelajaran digital tanpa khawatir
terpapar konten berbahaya. Dengan pembatasan tertentu yang diatur melalui
proxy, siswa belajar untuk bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. Hal
ini sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan literasi digital sejak dini,
sehingga siswa mampu memahami etika dan tata cara penggunaan internet yang
baik.
Selain aspek pembelajaran,
pemanfaatan proxy internet juga mendukung efisiensi manajemen sekolah.
Administrator jaringan dapat memantau penggunaan bandwidth, membatasi akses
pada jam tertentu, dan mengidentifikasi potensi penyalahgunaan jaringan. Dengan
pengelolaan yang baik, sekolah dapat menghemat biaya operasional internet serta
memastikan layanan jaringan digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran. Proxy juga
dapat menyimpan cache data, sehingga akses ke situs yang sering dikunjungi
menjadi lebih cepat dan stabil.
Secara keseluruhan, pemanfaatan
proxy internet sekolah menjadi langkah strategis dalam mendukung pembelajaran
berbasis teknologi informasi di SD. Keberadaannya tidak hanya meningkatkan
keamanan dan efisiensi jaringan, tetapi juga membantu guru dan siswa memanfaatkan
internet secara produktif. Agar penerapannya optimal, sekolah perlu melibatkan
tenaga teknis yang kompeten serta memberikan pelatihan kepada guru dan siswa
mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak. Dengan demikian, pembelajaran di
sekolah dasar dapat terus berkembang selaras dengan kemajuan teknologi digital
yang semakin pesat.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest