PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA LEBIH BERMAKNA LEWAT DISKUSI REFLEKTIF CERITA FABEL
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V kini dikembangkan melalui
metode diskusi reflektif untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap nilai moral
dalam cerita fabel. Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya membaca dan
menceritakan kembali, tetapi juga menghubungkan pesan cerita dengan kehidupan
nyata mereka.
Kegiatan
pembelajaran ini dimulai dengan membaca salah satu cerita fabel yang telah
dipilih guru. Siswa diminta memahami alur, tokoh, dan konflik dalam cerita.
Setelah itu, guru mengajak siswa memasuki sesi diskusi reflektif dengan
mengajukan pertanyaan pemantik, seperti alasan tindakan tokoh, makna akibat
dari pilihan tokoh, serta pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Guru
Kelas V menjelaskan bahwa diskusi reflektif sangat efektif untuk membantu siswa
berpikir lebih mendalam. “Melalui diskusi ini, siswa tidak hanya mengetahui apa
yang terjadi dalam cerita, tetapi juga mengapa hal itu terjadi, serta bagaimana
relevansinya bagi sikap dan tindakan mereka,” ujarnya.
Selama
diskusi berlangsung, siswa terlihat antusias mengemukakan pandangan
masing-masing. Mereka berbagi pengalaman yang berkaitan dengan pesan moral
dalam cerita, seperti pentingnya kejujuran, sikap tolong-menolong, atau tidak
meremehkan orang lain. Proses ini membantu siswa mengaitkan teks dengan
kehidupan nyata dan membangun pemahaman yang lebih bermakna.
Selain
melatih kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi, pembelajaran berbasis
refleksi juga menumbuhkan empati dan sikap saling menghargai. Siswa belajar
mendengar pendapat teman, memberikan tanggapan, dan menyampaikan ide dengan
bahasa yang santun.
Melalui
penerapan diskusi reflektif dalam pembelajaran cerita fabel, pembelajaran
Bahasa Indonesia tidak lagi sebatas membaca dan memahami teks, tetapi menjadi
sarana pembentukan karakter dan pola pikir siswa. Pembelajaran menjadi lebih
hidup, relevan, dan berdampak pada perkembangan sikap sehari-hari mereka.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik