Pembelajaran Kolaboratif SD melalui Platform WhatsApp Web dalam Proyek Lingkungan Sekitar Sekolah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi digital memberikan
peluang baru bagi guru sekolah dasar dalam menciptakan pembelajaran yang
menarik dan relevan. Salah satu inovasi yang mulai banyak diterapkan adalah
penggunaan WhatsApp Web sebagai media pembelajaran kolaboratif. Platform ini
memungkinkan guru dan siswa berinteraksi dengan mudah tanpa batas ruang dan
waktu. Melalui fitur pesan grup, berbagi dokumen, serta panggilan video,
pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan interaktif, bahkan ketika dilakukan di
luar kelas.
Dalam konteks pembelajaran kolaboratif, WhatsApp Web
berperan penting dalam mendukung komunikasi antarsiswa maupun antara guru dan
siswa. Misalnya, dalam proyek bertema lingkungan sekitar sekolah, siswa dapat
membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi, berbagi hasil pengamatan, dan
merencanakan aksi nyata seperti kegiatan bersih-bersih atau penanaman pohon.
Guru berperan sebagai fasilitator yang memantau jalannya diskusi, memberikan
arahan, serta menguatkan nilai kerja sama dan tanggung jawab sosial pada setiap
kelompok.
Selain sebagai sarana komunikasi, WhatsApp Web juga menjadi
wadah untuk mengintegrasikan literasi digital ke dalam proses belajar. Siswa
belajar menyusun pesan dengan sopan, mengunggah foto atau video hasil
observasi, serta menuliskan laporan dalam format digital. Kegiatan ini membantu
siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi
efektif, dan kemampuan berpikir kritis terhadap isu lingkungan di sekitar
mereka. Dengan cara ini, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga
media pembelajaran yang membentuk karakter dan kompetensi siswa.
Kelebihan lain dari penggunaan WhatsApp Web adalah
kemampuannya menjembatani kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Orang tua dapat memantau perkembangan anak dalam proyek lingkungan, sementara
pihak sekolah dapat bekerja sama dengan warga sekitar untuk mendukung kegiatan
nyata seperti pembuatan taman mini atau pengelolaan sampah. Sinergi ini
memperkuat nilai-nilai kepedulian lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa
memiliki terhadap sekolah dan lingkungannya.
Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif melalui WhatsApp
Web bukan hanya solusi praktis di era digital, tetapi juga sarana strategis
dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Melalui proyek
berbasis lingkungan sekitar sekolah, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi
juga menerapkan pengetahuan mereka dalam tindakan nyata. Pembelajaran semacam
ini menegaskan bahwa teknologi, jika digunakan secara kreatif dan bertanggung
jawab, dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan kehidupan sehari-hari yang
bermakna.
###
Penulis:
Sabila Widyawati